Demi Umat, Walikota Bekasi Tengahi Konflik Yayasan Al-Kautsar

0
54
Walikota Bekasi Tengahi Konflik Yayasan

BERITA BEKASI – Walikota Bekasi Rahmat Effendi di dampingi Asisten Daerah Bidang Pemerintahan A. Zarkasih, Camat dan Lurah setempat, mendatangi masjid Al-Kautsar Bintara Jaya, Bekasi Barat untuk menengahi konflik warga sekitar Masjid Al-Kautsar dengan pengurus Yayasan.

Konflik bermula saat ada sekelompok warga menuntut agar pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) diganti dengan yang baru. Alasan itu, karena pengurus dianggap memiliki pemahaman radikal dan ekstrim.

Walau terdapat sekolah Taman Kanak -Kanak Di lingkungan masjid dan yayasan tersebut namun akses ke dalam masjid ditutup di karenakan beberapa warga memiliki paham yang berseberangan dengan pengurus DKM yang dipengaruhi oleh konflik di masa lalu.

Menurut Ketua RW012, Ismed M Syam mengatakan, bahwa konflik yang terjadi bermula dari adanya pelarangan baca doa, kajian fiqih, hingga merayakan hari-hari besar Agama Islam di Masjid Al-Kausar. oleh pihak Yayasan.

Padahal kata Syam, fasilitas sosial dan fasilitas umum (Fasos Fasum) yang digunakan DKM sebatas sewa dari Pemerintah Kota Bekasi. Sementara itu pihak yayasan berkata lain.

Tidak mau mendengar secara sepihak klaim warga maupun pihak Yayasan, Walikota Bekasi Rahmat Effendi meminta kepada semua pihak untuk melupakan masalah yang lalu, dirinya ingin warga sekitar dan Yayasan Al-Kautsar bersama-sama memakmurkan masjid dan membimbing umat dalam mendekatkan diri kepada penciptanya.

“Saya meminta semua pihak untuk saling memaafkan apapun masalah dimasa lalu, bagaimana kita bisa terus maju membangun umat, kalau sesama umat islam berkonflik, ayo kita bersama-sama membangun umat dan memberikan contoh kepada anak-anak didik yang ada di sini tentang pentingnya kebersamaan,” ujar Rahmat.

Sebaik-baik manusia sambungnya, adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya. Jadi pikirkan kebaikan bersama, bukan memaksakan kehendak masing-masing,” tegasnya.

Rahmat pun, langsung memerintahkan Asisten Daerah Bidang pemerintahan A. Zarkasih, Camat dan Lurah setempat untuk segera mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik, dan secara langsung memerintahkan tidak ada lagi penutupan akses ke masjid Al Kautsar.

“Masjid itu pusat dakwah, tempat dimana umat islam dapat beribadah. Ajari anak-anak kita beribadah, jangan malah kita menutup rapat-rapat masjid jadi orang sulit untuk beribadah.” Pungkas Walikota Bekasi. (CR-1)