Duh..! Tumpukan Tanah Sisa Galian Dibiarkan Mangkrak 

0
161
Lokasi Proyek

BERITA BEKASI – Tumpukan tanah sisa galian saluran air, dibiarkan menumpuk di pinggir Jalan Guntur, Komplek Kejaksaan, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan.

Dampaknya, kendaraan dan pejalan kaki kesulitan untuk melintas di jalan tersebut. “Proyek saluran air itu sudah dikerjakan sejak sebulan lalu, dan sebagian pekerjaannya sudah kelar, tapi tanahnya tidak dibersihkan. Kalau cuaca panas berdebu, dan saat hujan turun jalannya menjadi becek,” keluh Indra yang berkantor di Jalan Guntur 6.

Menurutnya, bahwa proyek normalisasi saluran air yang dikerjakan oleh CV. Bina Karang Kitri Raya di Komplek Kejaksaan, bertujuan mengantisipasi banjir serta genangan air khususnya diwilayah tersebut.

Meskipun, warga butuh normalisasi saluran, seyogyanya pihak rekanan dikatakan Indra, tetap mengantisipasi dampak lingkungan. 

“Walaupun masyarakat butuh normalisasi saluran, pihak rekanan harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Supaya jagan timbul persoalan baru akibat proyek tersebut,” katanya.

Warga lainnya, Muhammad Ridwan, yang tinggal di Jalan Guntur 5, mengaku menerima banyak keluhan warga terkait tumpukan tanah yang hingga saat ini belum diangkut oleh pihak rekanan. 

Kepala Dinas Kebersihan, yang baru dilantik ini, mengungkapkan bahwa, selama kegiatan normalisasi berlangsung tidak ada pengawas dari Disbimarta. 

Apabila, pengawas lapangan standby dilokasi, tentunya tumpukan tanah tersebut tidak dibiarkan mangkrak terlalu lama. 

“Kalau ada pengawas lapangan, tentunya tanah itu tidak sampai lama menumpuk didepan rumah warga. Saya ingin tumpukan tanah ini segera diangkut,” kata Ridwan sambil menghubungi Kepala Seksi, Bidang Tata Air, Disbimarta Kota Bekasi, Rosalina.

Sementara itu, Rosalina menyatakan,  proyek pembangunan saluran air tersebut masih dalam tahap pekerjaan.

Rosa menjelaskan, setiap proyek pekerjaan pemerintah tentunya akan sedikit menggangu kenyamanan masyarakat. “Memang kalau sedang ada kegiata proyek, akan menggangu,” katanya.

Rosa membantah, jika dituding tidak ada pengawas dilokasi saat sedang melaksanakan kegiatan. “Kalau dibilang gak ada pengawas gak lah, saya aja ada koq dilapangan,” kelit Rosa ketika dihubungi. (Bray)