Walikota Bekasi: Bangli Pekayon Itu Asset Negara, Bukan Bela Pengusaha

0
78
DR. Rahmat Effendi

BERITA JAKARTA – Walikota Bekasi H. Rahmat Effendi menepis tudingan adanya pihak ke tiga dibalik pengusuran bangunan yang berdiri diatas Saluran Pekayon beberapa waktu lalu. Menurutnya, langkah itu merupakan pengamanan aset negara lahan Perum Jasa Tirta II yang selama puluhan tahun dimanfaatkan warga sebagai rumah tinggal.

“Ini apa lagi, kemarin bilang ngak ada koordinasi atau ijin dari Perum Jasa Tirta atas pembongkaran Bangli. Kan sudah dijawab lewat surat yang menyatakan bahwa pengusuran merupakan pengamanan aset negara dan nggak harus izin. Itu jawaban resmi Perum Jasa Tirta II,” jelas Rahmat Effendi, menanggapi tudingan sejumlah pihak yang menyatakan ada kepentingan pengusaha dibalik pengamanan aset.

Rahmat meminta agar semua pihak dapat melihat persoalan penertiban Bangunan Pekayon Jaya Bekasi Selatan dengan jernih. Bahwasanya pengusuran dilakukan karena selama ini warga membangun di atas lahan negara.

Dan Pemerintah Kota Bekasi akan mengunakan lahan tersebut sebagai Jalan Raya penghubung agar dapat mengurangi kemacetan dan mempermudah warga dalam beraktifitas.

“Pak Tanjung itu kan paham sebenarnya jika saat ini kota Bekasi masih banyak butuh akses Jalan. Jadi harus diluruskan statemennya, kemarin ada yang nuduh nyerobot lahan sudah terjawab, Jasa Tirta clear, sekarang ritel -ritel yang mana,” ucapnya heran.

“Ada juga mau buat jalan tembus dan mereka juga nanti menikmati juga jalan tembus tersebut jika sudah jadi,” tambahnya.

Rahmat meminta agar semua pihak tidak memperkeruh suasana. Saat ini Pemerintah juga sedang mengusahakan agar seluruh warga yang di lakukan penertiban dapat tinggal di Rusunawa di Jalan Baru Underpass, namun tinggal penyambungan saluran listrik dari PLN. Bahkan surat pengajuan pembangunan Rusunawa di daerah Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang pun tengah berproses.

“Saat ini kita semua sedang mencari solusi. Tapi yang paling dibutuhkan adalah jalan, dan kita akan bangun beberapa tower Rusunawa lagi untuk warga yang kurang mampu,” katanya.

Hal Senada pun diungkapkan Kepala Seksi Penataan Bangunan Dinas Tata Kota Bekasi, Bilang Nauli, bahwa penggusuran Bangunan tersebut, semata-mata untuk pembuatan akses jalan dan tidak ada kepentingan lain apalagi kepentingan pengusaha.

“Ini murni untuk pembangunan jalan, dan tidak ada niat lain,” ujar Bilang.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi, mengindikasikan bila pembongkaran bangunan liar di Kelurahan Pekayon Jaya Bekasi Selatan itu hanya untuk kepentingan pengusaha.

Selain itu, penggusuran dianggap sepihak sejumlah anggota Legislatif hingga Partai Politik seperti PDIP, PPP dan Gerindra, yang menolak sikap eksekutif yang melakukan penggusuran untuk kepentingan pengusaha. (NDI)