Anim Bantah Demo Warga Bangli Pekayon Bukan Inisiasi PDI-P

0
102
Aksi Demo Bangli Pekayon

BERITA BEKASI – Ketua DPC PDI Perjuang, Anim Imamudin membantah keras, jika demontrasi yang mengatasnamakan, Forum Pembela Rakyat (Forpera), dari tiga wilayah, yakni Pekayon Jaya, Jati Asih dan Bekasi Utara adalah inisiasi dari Partainya.

Menurutnya gerakan yang dilakukan masyarakat, murni sentuhan nurani dari para korban pembongkaran yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi itu dan bukan dorongan atau unsur politik partai berlambang Kepala Banteng tersebut.

“Saya kira ini, boleh saja, sah-sah saja orang mau bilang seperti itu. Tadi sudah disampaikan, jika ini bukan kepentingan Politik, karena ini hanya kemanusiaan saja. Kebetulan datang kemari, dan notabene Ketua DPRD-nya juga dari fraksi PDI Perjuangan,” bantah Anim, Senin (14/11/2016).

Dan ini sambung Anim, menjadi bagian dari pada perjuangan kita, bahwa perintah perjuangan Ketua Umum kita (Megawati), menangis bersama rakyat, senang bersama rakyat dan kita berjuang bersama rakyat,” tambah Anim usai menyambut para demonstran di DPRD Kota Bekasi.

Dijelaskanya, bahwa aksi yang dilakukan oleh para korban pembongkaran ini, adalah panggilan jiwa kemanusiaan, dan itu akan didukungnya. Namun demikian, Anim mengaku bukan tidak menolak pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi.

“Jika ini gerakan kemanusian, maka kami dukung. Ingat, bukan berarti saya menolak pembangunan, tetapi pembangunan yang didasari dengan kemanusiaan. Harus ada relokasi sebelum dibangun, kemudian bangunan mereka yang dibongkar harus diganti, dan nasib-nasib anak-anak di pendidikan yang harus diperhatikan oleh Pemerintah, itu saja kok,” ungkap Anim.

Anim kembali menegaskan, jika demo tersebut murni inisiasi masyarakat lantaran tidak ada solusi akibat pembongkaran yang dilakukan Pemkot Bekasi.

“Fiur Murni, artinya kita sebagai representatif anggota DPRD harus mau menerima aduan-aduan dari masyarakat. Jika ada anggota perwakilan rakyat yang sudah tidak lagi mau menerima masyarakat, jangan lagi jadi anggota DPRD,” tukasnya.

Mantan Politisi Partai Golongan Karya itu, mengakui jika dalam demonstrasi ada satu spanduk dirinya lihat, yakni bertulisakan partai yang saat ini dipimpinnya, PDI Perjuangan. Namun atas hal itu, Anim menganggap, bahwa itu bentuk apresiasi masyarakat selama ini kepada partainya itu.

“Itu kan hak mereka, bahwa PDI Perjuang Tidak Menolak Pembangunan, itu silahkan saja. Saya melihat ada satu spanduk, silahkan saja, itukan hak mereka sebagai kader,” cetusnya.

Anim berharap, dengan adanya aksi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi dapat melihat dan merealisasikan permintan warga, atas haknya untuk tinggal di tempat layak, kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak para korban penggusuran.

“Sebelumnya PDIP sudah mengerimkan surat kepada Pemerintah Kota Bekasi secara persuasif, tetapi tidak ada tanggapan Pemda, terkait dengan solusi dari pada nasib masyarakat. Sederhana saya bilang solusinya kan, ada ganti rugi, ada relokasi, selesai sudah. Kita tidak ada tujuan menjatuhkan Walikota, kemudian kita ingin meruntuhkan pemerintahan, tidak. Yang bagus, ya bagus, kita nilai, kita berikan apresiasi. Tetapi yang tidak bagus, kita sebagai DPRD, ya kita evaluasi,” tutupnya. (Alfi)