Korban Penggusuran Tumpah Ruah di DPRD Kota Bekasi

0
120

BERITA BEKASI – Warga korban penggusuran bangunan liar menggeruduk kantor DPRD Kota Bekasi, pasca menyamabngi kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Puluhan masyarakat yang targabung dari tiga wilayah ini mengatasnamakan dirinya Forum Perjuangan Rakyat (Forpera).

Mereka yang menyerukan suaranya di depan Kantor Pemkot Bekasi, siang ini menuntut soal relokasi, dan hati nurani Walikota Bekasi terhadap pembongkaran yang dilakukan oleh beberapa SKPD terkait.

Zainudin, Mahasiswa yang bergabung bersama Forpera itu menginisiasi untuk mengkoordinatori aksi. Dalam orasinya, dia mengatakan, bahwa akibat pembongkaran yang dilakukan Pemkot Bekasi itu telah melumpuhkan aktifitas warga, khususnya anak-anak yang masih mengenyam bangku sekolah.

“Pemkot Bekasi sudah tidak prefentif dalam melakukan penindakan-penindakan kepada masyarakat, yang seharusnya dia (Pemkot) melindungi, manaungi, membela masyarakatnya, dan mengedepankan tempat tinggal umum, untuk mencerdaskan anak bangsa di Kota Bekasi, tetapi ini malah di dzolimi,” ungkap Zainudin dalam orasinya, di depan 12 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi.

“Katanya kota bekasi ingin cerdas. Cerdas darimana jika anak bangsa rumahnya di gusur,” sambungnya di orasi.

Sementara, menyambut datangnya para pendemo, Ketua DPRD Kota Bekasi, Tumai berjanji akan membantu dan memperjuangkan hak para warga yang menjadi korban penggusuran, bersama lima fraksi lainnya di DPRD Kota Bekasi, yakni PDIP, PPP, Demokrat, Hanura dan Gerindra.

“Pertama-tama, kami ucapkan selamat datang kepada bapak dan ibu sekalian, yang telah datang ke gedung DPRD Kota Bekasi ini. DPRD ini memang rumah rakyat juga, dan sudah sepantasnya bapak dan ibu datang kesini,” ucap Tumai menyambut riang demonstran.

“Bersama Pak Anim, Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, ada Ibu Eni, Pak Sudirman, Pak Reynold, Pak Wasimin, Pak Lilik, Pak Tumpak dari PDIP, kami berkomitmen selalu bersama-sama memperjuangkan dari apa yang menjadi hak bapak ibu sekalian. Perlu bapak ibu ketahui, bahwa saat ini sudah ada beberapa anggota DPRD lainnya, yang ikut pedihnya, sakitnya yang dirasakan bapak ibu sekalian,” tambahnya.

Tumai menjelaskan, bahwa ada lebih kurang 100 anak korban pembongkaran yang tersita aktifitasnya, lantaran sulitnya tempat untuk mandi, serta rumah yang terbongkar.

“Anak-anak kita tersebut tidak bisa mandi, tidak bisa tidur, tidak bisa beraktifitas yang layak, sebagaimana anak-anak pada umumnya. Sekali lagi, kami pun mengucapkan keprihatinan yang mendalam,” cetusnya.

Dalam aksi diketahui, warga menuntut Pemkot Bekasi melakukan relokasi, pemberian uang pengganti pembongkaran, serta pendidikan dan kesehatan warga atas pembongkaran tersebut.

Sebelumnya, aksi dilakukan didepan kantor Pemkot Bekasi, pada pagi hari pukul 10.00 WIB. Sekedar diinformasikan, bahwa informasi yang berhasil dihimpun Beritaekspres.com, bahwa demonstrasi di kantor Pemkot Bekasi tersebut ilegal, alias tidak ada pemberitahuan kepada pihak terkait atas demo yang dilakukan.

Demonstrasi yang mengatasnamakan Forpera tersebut diduga adanya inisiasi dari Partai PDI Perjuangan, yang dibawakan oleh seorang pendemo, bertuliskan “DPC, Fraksi, Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan, Tidak Sepakat Dengan Kebijakan Walikota Bekasi, Yang Tidak Mempunyai Kebijakan Kepada Rakyat Miskin”. (ADVAlfi)