Kompolnas, Ombudsman dan Pangdam Jaya Hadiri Gelar Perkara Ahok

0
235
Gelar Perkara Dugaan Penistaan Agama

BERITA JAKARTAGelar perkara terkait Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berlangsung tertutup hari ini, Selasa (15/11/2016). Sejak pukul 08.00 WIB, berbagai pihak yang diundang dalam gelar perkara mulai berdatangan.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Komisi Kepolisian Nasional Bekto Suprapto mengatakan, dirinya hadir dalam gelar perkara itu bersama komisioner lainnya, Poengky Indarto dan Andrea Pulungan.

Selain itu, Komisioner Ombudsman Adianus Meliala pun ikut memastikan kehadiran salah satu komisionernya dalam gelar perkara ini.

Sekitar pukul 09.10 WIB, Pangdam Jaya Mayjen TNI, Teddy Laksmana didampingi timnya juga mendatangi gedung utama Mabes Polri. “Iya, diundang,” ujar Teddy singkat kepada awak media.

Ia langsung masuk ke dalam gedung yang dijaga ketat. Awak media sempat masuk ke dalam Rupatama Mabes Polri untuk melihat suasana didalam gelar perkara.

Peserta gelar perkara diperkirakan mencapai lebih dari 50 orang. Mereka terdiri dari tim penyelidik, ahli yang dihadirkan pelapor maupun terlapor, serta pimpinan gelar perkara dari Bareskrim Polri.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menjadi pemimpin gelar perkara. Kompolnas dan Ombudsman hanya bertindak sebagai pengawas.

Mereka tidak akan dimintai pendapatnya dalam gelar perkara itu. Komisi III DPR-RI sebenarnya juga diundang, namun mereka tidak datang untuk memenuhi undangan.

Sementara itu, dari internal Polri akan hadir Divisi Profesi dan Pengamanan, Inspektorat Pengawasan Umum, Biro Pengawas Penyidikan, dan penyelidik yang menangani kasus itu.

Orang-orang yang berada dalam ruangan hanya pihak yang diundang. Beberapa orang yang mengaku dari pihak pelapor mencoba masuk, namun tidak diperbolehkan karena namanya tak tertera dalam daftar undangan.

Nantinya para pelapor akan menjelaskan poin gugatan mereka. Kemudian, para ahli yang hadir akan memberikan tanggapannya.

Poin-poin yang dibahas dalam gelar perkara akan dicatat dan dijadikan pertimbangan penyelidik untuk menyimpulkan.

Rencananya, keputusan hasil gelar perkara diumumkan pada, Rabu (16/11/2016) atau Kamis (17/11/2016) mendatang. (CR-1)