Lurah Kali Abang: Ada Oknum Dewan Miliki Kontrakan Dilahan Irigasi

0
87
Ilustrasi

BERITA BEKASI – Lurah Kali Abang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Sri Setiyaningrum membeberkan jika sejumlah tempat usaha (Kontrakan) dilahan Irigasi yang dibongkar disinyalir milik oknum Anggota DPRD Kota Bekasi.

“Saat itu yang di bongkar ada 280 bangunan semi permanen, sepanjang dua kilo meter. Ada juga rumah tinggal kontrakan letaknya di samping atau saluran Irigasi RW03, 06, 07, 09, 10 dan 28. Pembongkaran kita bagi menjadi tiga tahap,” kata Lurah Kali Abang Tengah, di sela Apel Ke-Bhinekaan, dilapangan Alun – Alun Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/11/2016).

Pihaknya mengakui jika terdapat oknum DPRD yang disinyalir memiliki bangunan untuk di jadikan kontrakan. Karena selain oknum anggota DPRD, Sri juga mengatakan banyak masyarakat yang mengambil keuntungan dari Bangunan Liar (Bangli) tersebut.

“Kalo kebenaranya masih di ragukan, lihat saja langsung, banyak yang tahu siapa yang ngambil bulananya, itu tukang mi ayam. Saya nggak hafal kalo berapa bangunan punya oknum itu. Bukan semuanya, tapi beliau (Anggota DPRD) mempunyai salah satu bangunan itu,” ungkapnya.

Sri pun menegaskan, bahwa penertiban yang di lakukan pihaknya sudah sesuai tahapan yang diantaranya sudah melayangkan surat pemberitahuan dan peringatan ke warga sebanyak empat kali.

“Itu salah satu dewan, tapi untuk lebih jelas silahkan konfirmasi ke masyarakat saja. Tapi kalo masalah tahapan pembongkaran sudah di kasih surat oleh pihak kita sebanyak empat kali disamping surat dari tingkat Kota,” ulasnya.

Usai penertiban Bangunan Liar diwilayahnya lanjut Sri, masyarakat Kali Abang Tengah sudah kondusif. Bahkan warga setempat pun sudah menerima kebijakan Pemerintah, karena lahan tersebut akan di gunakan untuk ruang terbuka hijau dan taman.

“Tentunya warga secara lisan sudah saya tanya dan mereka sadar itu  tanah Irigasi. Dan warga sadar, dan juga sudah kordinasi di kembalikan ke fungsinya, bukan untuk bangunan kontrakan,” terangnya.

Lurah Kali Abang bahkan berharap Anggota DPRD harusnya dapat menegakan Peraturan Daerah (Perda), karena DPRD juga merupakan lembaga yang membuat Perda tersebut.

“Yang buat Perda itu bersama tapi yang mengesahkan itukan Dewan, dan jika di buat taman dapat di nikmati semua masyarakat,” ucapnya.

Terpisah warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Nurali, mengatakan jika banyak oknum yang mengambil kepentingan pribadi di atas lahan Irigasi yang salah satunya di bangun kontrakan dan warung.

“Banyak yang ngontrak. Padahal warga pada tahu itu tanah pengairan. Makanya, warga Pekayon itu nggak berani bangun, kalaupun ada bangunan itu milik orang luar kebanyakan,” ungkap Gele sapaan akrab Nurali.

Sebagai warga Pekayon, Nurali yang juga Ketua RT07/RW04 mengaku, pihaknya sangat mengetahui jika ruko – ruko yang berdiri dilahan Irigasi di  bangun orang luar yang mengakibatnya banjir terjadi. Bahkan, banyak warga yang komplain atas keberadaan Bangli Pekayon.

“Saya sering dengar warga pada komplain kalau banjir, terutama  warga di atas, apalagi macet dari Pekayon ke Kemang. Jika ada orang yang tidak mendukung penataan  maunya apa ?, Coba aja tanya satu persatu warga pasti akan mengatakan hal yang sama,” ulasnya.

“Sementara banyak juga dewan asal Pekayon yang paham hal tersebut, bahwa lokasi itu merupakan tanah Irigasi.” Bebernya. (NDI)