Ngotot Soal Bangli, Ketua DPRD Nekat Keluarkan Nota Dinas Langgar Aturan

0
316
Ketua DPRD Kota Bekasi, Tumai

Heri Parani “Ada Apa Dengan Ketua DPRD Kota Bekasi”

BERITA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Demokrat, Heri Parani menyesalkan langkah Ketua DPRD Kota Bekasi, Tumai yang membuat surat permohonan klarifikasi kepada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan mendesak agar Kementrian PUPR, memanggil Walikota Bekasi, Rahmat Effendi terkait kebijakan pembongkaran bangunan liar (Bangi) beberapa waktu lalu.

Menurut Heri, seyogyanya surat yang sudah dikeluarkan dan ditandatangani Lembaga, merupakan sebuah tahapan atau proses akhir yang ditandatangani oleh Ketua DPRD.

“Surat yang disampaikan Ketua DPRD ke Kementian PUPR cacat hukum, karena surat tersebut tidak memenuhi ketentuan dan peraturan tata tertib Lembaga DPRD,” ujar Heri Parani menanggapi Beritaekspres.com, melalui telpon selulernya, Sabtu (19/11/2016).

img-20161119-wa0060Dijelaskan Heri, dalam setiap surat keluar yang di tandatangani oleh Ketua DPRD harus berdasarkan hasil rapat dan nota Dinas alat kelengkapan DPRD. Dimana surat tersebut, tidak dibahas melalui rapat-rapat pimpinan dan nota Dinas dari alat kelengkapan Dewan.

“Sehingga surat itu, boleh disampaikan sebagai surat pribadi Ketua DPRD, bukan atas nama Lembaga DPRD Kota Bekasi,” sindirnya.

Saya sambungnya, sangat-sangat menyesalkan sikap dan tindakan Ketua DPRD yang mengeluarkan surat dimaksud. Sebenarnya saya sangat paham dan mengenal pribadi beliau yang sebelumnya sangat-sangat super hati – hati dalam mengambil atau mengeluarkan sebuah kebijakan. Ada apa ini,” katanya.

Terpisah, Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, bahwa anggota ataupun DPRD seharusnya paham terkait hal tersebut, karena keputusan atau kebijakan yang di ambil Ketua DPRD, seharusnya mewakili tata tertib yang telah disepakati bersama / Kolektif Kolegial.

“Wah wah bang, sedih juga saya pernah menjadi pimpinan disitu (DPRD). Jika saat ini, kehormatan dan marwahnya sudah berubah menjadi Lembaga lain dan ini, sangat disayangkan.” ungkap Rahmat melalui pesan singkatnya. (NDI)