BKKBN: Memperdayakan Generasi Muda Perlu Jadi Prioritas Pembangunan

0
58

BERITA JAKARTA – Mendorong kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan remaja perempuan dan generasi muda perlu menjadi prioritas pembangunan, kata para pengamat kependudukan. Mereka menekankan pentingnya penguatan kemampuan bertindak generasi muda untuk masa depan mereka sendiri dan kontribusi mereka terhadap pembangunan berkesinambungan dan ketahanan nasional, termasuk di masa bencana.

“Remaja perempuan dan generasi muda adalah aktor saat ini dan masa depan. Keberhasilan pembangunan kependudukan kita bergantung pada bagaimana kita berinvestasi kepada mereka dan melibatkan mereka secara optimal untuk masa depan mereka, komunitas mereka dan bangsa,” kata Deputi untuk Pengendalian Kependudukan BKKBN Dr. Wendi Hartanto di Seminar Nasional, Selasa (22/11/2016).

“Mereka memiliki harapan, ide dan cita-cita. Kita perlu bekerja secara aktif dengan mereka dan memberi mereka kesempatan untuk menyuarakan ide dan menyalurkan kemampuan bertindak mereka. Dengan dukungan kita, mereka dapat menjadi pemimpin yang menginspirasi, saat ini dan masa depan,” kata Kepala Perwakilan UNFPA Dr. Annette Sachs Robertson.

Kemitraan kuat dengan semua mitra pembangunan dibutuhkan untuk mengatasi berbagai kerentanan remaja perempuan, seperti sunat perempuan, pernikahan anak, pekerja anak dan perdagangan anak. Semua ini terkait dengan kemiskinan, lemahnya keterlibatan komunitas, penegakkan hukum dan ketidaksetaraan di komunitas yang berakar pada nilai-nilai sosio-budaya-religi yang bias.

Ada sekitar 66 juta orang muda, dari 255.4 juta total penduduk di tahun 2015. Angka ini diproyeksikan meningkat ke 69.4 juta penduduk di tahun 2025 (Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035).

Meyakinkan kebijakan yang berdasarkan hak asasi dengan investasi yang memadai untuk kelompok usia ini, perempuan dan laki-laki, adalah keputusan yang cerdas. Akses universal pendidikan, kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi dan berbagai pemberdayaan life skills memiliki hasil investasi yang tinggi.

Bila mereka sehat, berpendidikan dan berdaya, mereka mampu memperbaiki masa depan mereka, keluarga dan komunitas. Ini akan menciptakan siklus efek bermanfaat karena perempuan berpendidikan akan berinvestasi bagi kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan anak-anak mereka dan berkontribusi ke komunitas mereka.

Cepatnya arus informasi, termasuk berbagai ide dan ideologi yang dimungkinkan oleh internet, memiliki dampak politik, sosial dan budaya pada generasi muda sebagai pengguna internet dan sosial media, kata JP Mulyadi dari Universitas Nahdlatul Ulama.

Membangun karakter orang muda, usia 10-24 tahun dengan menekankan pada penguatan nilai-nilai hidup yang menghormati hak asasi dan mendorong pendidikan, kesehatan dan pengembangan diri, komunitas dan lingkungan hidup adalah penting untuk kesejahteraan mereka dan ketahanan nasional, termasuk di saat bencana.

Besral dari Universitas Indonesia menjelaskan kualitas lingkungan hidup dan dampak dari bencana alam berpengaruh terhadap kesehatan dan kehidupan bangsa, termasuk orang muda.

“Indonesia rentan bencana. Kita perlu menyusun strategi konkret untuk menggalang peran orang muda dalam perlindungan lingkungan, penanganan bencana dan dalam upaya untuk meningkatkan daya dukung lingkungan,” paparnya.

Dalam 2 tahun terakhir jumlah bencana alam dan kerugian material yang disebabkan naik 200 kali lipat,” tambahnya.

Program kependudukan, termasuk untuk orang muda,” kata Bambang Purwoko dari Universitas Gadjah Mada, akan terdorong dengan penguatan kewenangan dan peran BKKBN sebagai badan koordinasi kependudukan.

Saat ini, kependudukan belum dipandang sebagai prioritas utama oleh Pemda-Pemda, koordinasi di antara lembaga pemerintahan kuran, layanan KB belum memadai, jumlah dan kapasitas pekerja lapangan di komunitas masih rendah, berbagai faktor ini akan menyebabkan tingginya pertumbuhan penduduk dan berdampak pada pembangunan nasional karena akan memperparah kemiskinan, pengangguran dan kriminalitas.

Para pembicara menyerukan pentingnya penguatan peran orang muda, para orang tua, guru, tokoh masyarakat dan agama dan membangun jejaring dengan seluruh kementerian dan organisasi/lembaga di kesehatan, pendidikan, berbagai pemberdayaan, keamanan, penanggulangan bencana alam untuk memberdayakan dan melibatkan orang muda. (Steve)