Parmusi: Tito Jangan Tempatkan Polri Sebagai “Alat Kekuasaan”

0
78
Ketum Parmusi, Usamah Hisyam

BERITA JAKARTA – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam menilai, bila Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian memposisikan bawahannya menjadi alat kekuasaan maka Polri akan tercerabut dari akar kerakyatannya.

Usamah berujar, bila Kapolri menempatkan Kepolisian seakan-akan bermain politik sebagai alat kekuasaan. Dia meyakini, Kepolisian akan tercerabut dari akar kerakyatan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Kata dia, sikap langkah dan tindakan polisi sudah tepat dalam menangani Aksi Bela Islam I pada, Rabu (14/9) dan II pada, Jumat (4/11) lalu, seperti yang dilakukan Kapolda Metro Jaya, Irjen Muhamad Iriawan yang turun langsung dan melobi para pengunjukrasa.

“Alhasil, situasi Kamtibmas Ibukota Jakarta dapat terjaga,” ungkap Usamah di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Namun, dia menyesali para petinggi Polri dalam menyikapi rencana Aksi Bela Islam III yang rencananya akan dilaksanakan pada, Jumat 2 Desember 2016 yang memberikan stempel tindakan inkonstitusional pada aksi tersebut.

Padahal, sambung Usamah, umat Islam telah membuktikan dua aksi sebelumnya benar-benar damai semata-mata menuntut proses hukum yang berkeadilan dalam penistaan Al-Qur’an yang dilakukan Ahok.

“Saya hadir dan mendengarkan rapat GNPF-MUI pada, Jumat (8/11) yang menetapkan agenda Aksi Bela Islam III dipimpin Ustadz Bachtiar Nasir dan Habib Riziek untuk berdoa dan salat Jumat berjamaah di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin yang dihadiri satu juta umat karena Masjid Istiqlal tidak memadai,” urainya.

Lanjut mantan anggota DPR-RI ini, pimpinan rapat justru mengingatkan agar Aksi Damai III jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan lain di luar agenda.

“Mereka sudah tahu ada pihak lain yang duduk manis, tapi akan memanfaatkan situasi untuk kepentingan politik jangka pendek,” jelass Usamah yang juga pernah menjadi koordinator umroh Presiden Joko Widodo pada 6-8 Juli 2014 itu.

Dia pun menegaskan kepolisian dan pemerintah seharusnya tidak berlebihan menyikapi Aksi Bela Islam III.

“Saya yakin aksi itu murni dari hati umat Islam Indonesia, yang ingin supremasi hukum ditegakkan. Tahan saja Ahok sesuai KUHP Pasal 156 a. Karena sumber masalah ada pada Ahok. Insya Allah aksi damai III tidak akan terjadi, dan Kamtibmas terjaga.” Pungkasnya. (OSS)