Petugas Satpol PP Razia Miras di Duren Sawit

0
196
Ilustrasi

BERITA JAKARTA – Petugas Satpol PP Kecamatan Duren Sawit melakukan razia minuman keras di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (28/11/2016) malam. Razia ini menindaklanjuti kasus miras oplosan.

Pantauan di lokasi, razia diawali dengan apel di Kantor Kecamatan Duren Sawit. Sejumlah personil polisi dan TNI terlihat ikut dilibatkan. Petugas dengan dua mobil menyasar sejumlah empat titik, yakni kawasan Jalan Pahlawan Revolusi, Jalan Kejaksaan, Jalan Bambu Kuning, dan Jalan Kolonel Sugiono.

Razia menyasar warung jamu kaki lima untuk mengecek ada atau tidak miras yang dijual. Seperti yang terjadi Jalan Kejaksaan, sebuah warung jamu nampak penuh dengan pelanggan. Kedatangan puluhan petugas gabungan itu membuat kaget pelanggan warung jamu.

Sebagian memilih diam-diam meninggalkan warung saat petugas sibuk menginterogasi dan mendata pemilik warung. Di meja warung jamu, terlihat gelas berisi minuman beralkohol beer yang sudah diminum setengah.

Dari warung jamu itu, petugas menyita beberapa botol miras jenis anggur kolesom dan beer. “Nanti bisa diambil lagi enggak?,” tanya si pemilik warung, ke petugas yang mengambil miras dari warungnya.

“Enggak Pak, ini disita. Nanti dimusnahin. Masa jamu campur kolesom dan beer,” kata petugas.

Petugas mencatat berapa banyak botol yang disita. Setelahnya, pemilik warung diberi surat bukti sita. Dari lokasi itu, petugas bergerak lagi. Beberapa ratus meter setelahnya ditemukan lagi warung jamu.

Kali ini bau khas minuman keras tercium menyengat dari jarak 1,5 meter warung tersebut. Sampai di lokasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan di warung jamu tersebut.

Pemilik warung jamu, Tasman (46) nampak pasrah warungnya digeledah. Tasman menjamin, warung jamunya bebas miras oplosan. Ia hanya menjual intisari, anggur kolesom, dan minuman rajawali.

“Memang saya campur, intisari, kencur, telur, madu, buat kesehatan aja. Biasanya tukang bangunan minta begitu. Saya jual enggak banyak, paling empat botol aja. Bukan yang (miras) yang keras-keras juga,” ujar Tasman.

Saat yang bersamaan, seorang pelanggan warung Tasman sedikit ngedumel saat petugas hendak menyita miras. Dengan gelagat orang di bawah pengaruh alkohol, pria itu meminta petugas tidak mengambil botol miras dari warung tersebut. “Itu sudah ada cukainya, sudah ada undang-undangnya,” ujar pria tersebut.

Beberapa kali dirinya mengulang pernyataan yang sama. Namun, petugas tidak mengindahkan. Padahal, hanya satu botol miras yang disita. Tak semua lokasi warung jamu yang disasar petugas ditemukan miras.

Ada warung yang murni menjual jamu saja, seperti di Jalan Kolonel Sugiono. Barang bukti miras yang disita itu akan dikumpulkan di gudang penyitaan untuk nantinya dimusnahkan. Razia ini untuk menegakan Perda Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum. (Steve)