Smart City Bekasi Wujudkan Ideal Smart City Indonesia

0
108

BERITA BEKASI – Melalui berbagai proses kajian, pengembangan dan implementasi guna mendorong terwujudnya konsep ideal Smart City di Indonesia. Pemerintah kota Bekasi bersama Telkomsel dan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB mengembangkan konsep ‘Smart City’ bagi Kota Bekasi, Jawa Barat.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, Smart City yang sudah dicanangkan sejak setahun lalu, sudah menjadi kebutuhan perkotaan termasuk memberikan alternatif solusi tentang permasalahan Kota.

“Dengan populasi 2,6 juta penduduk, Kota Bekasi harus smart, dan berkarakter yang mampu memanfaatkan arus informasi guna mendukung keberhasilan Kota Bekasi dalam mememuhi kebutuhan layanan publik,” kata Rahmat, disela Grand Launching Patriot Operation Center (POC) dan Aplikasi Sorot dan POT  Smart City Bekasi, di Pendopo Kantor Walikota Bekasi, Rabu (30/11/2016).

img-20161130-wa0028Menurut Rahmat, sebuah Kota saat ini harus tahan dalam menghadapi badai perubahan sosial dan teknologi yang tak kenal ampun. Dengan penerapan Smart City diharapkan mempermudah Pemerintah Kota Bekasi dalam pengambilan keputusan suatu kebijakan.

“Kedepannya Kota Bekasi juga akan dapat menerapkan smart pajak dan  smart kependudukan. Saat ini yang sudah berjalan smart parkir meskipun masih terseok-seok karena mindset yang tak mau berubah,” ungkap Rahmat.

Ditempat yang sama, Vice President Technology & System Telkomsel, Ivan C Permana mengatakan, implementasi kota pintar seperti di Bekasi merupakan dukungan Telkomsel dalam meningkatkan kinerja terhadap Pemerintah Kota, agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

img-20161130-wa0029“Kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan dan solusi mobile digital yang melebihi ekspektasi pelanggan, memberikan nilai tambah kepada para stakeholder, dan mendukung pertumbuhan perekonomian bangsa,” kata Ivan.

Ketua Smart City Bekasi, Koswara Hanafi menjelaskan, Platform Smart City di Kota Bekasi ini dibangun untuk membentuk suatu sistem yang terintegrasi sehingga dapat menciptakan interaksi yang cepat dan tepat sasaran antara pemerintah dan masyarakat yang dikontrol melalui command center bernama Patriot Operation Center.

“Meski baru 6 SKPD yang sudah terintegrasi, informasi berbasis teknologi aplikasi ini diharapkan mampu mengatasi dengan melakukan aksi terhadap permasalahan yang ada,” ungkap Koswara.

img-20161130-wa0030Dijelaskan Koswara, instalasi software dan hardware dilakukan dalam bentuk pemasangan sensor, mulai dari pencemaran udara, pencemaran sungai, CCTV, GPS tracking serta sensor pendapatan daerah atas pajak daerah ke semua perangkat yang terintegrasi dengan Patriot Operation Center.

“Masyarakat Bekasi juga bisa melaporkan aduan, yakni cukup menggunakan aplikasi Sorot yang berbasis media sosial yang dapat diunduh di Play Store, jadi semua perangkat yang terintegrasi dengan Patriot Operation Centre (POC).” terang Koswara. (ADV/NDI)