Disinyalir Disdik Kota Bekasi Pungli Ratusan Juta Rupiah

0
102
Kantor Disdik Kota Bekai

BERITA BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi, disinyalir  telah berhasil mengeruk keuntungan senilai ratusan juta rupiah, pasca pelaksanaan kegiatan Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (Porpemda) tingkat Jawa Barat ke-XII, yang diselenggarakan di Stadion Chandrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.

Keuntungan tersebut diperoleh Disdik melalui pungutan dari masing-masing pihak sekolah, mulai jenjang tingkat SD, SMP, SMA dan SMK Negeri. Dana itu seyogyanya digunakan untuk kebutuhan sewa kostum dan akomodasi lain para peserta didik yang terlibat dalam kegiatan tari kolosal. Namun, kenyataannya, kostum tarian kolosal dan biaya lainnya menjadi tanggung jawab masing-masing peserta tari.

 “Kostum untuk tari kolosal putri saya, pakai biaya sendiri, begitu juga dengan biaya make up disalon, dan biaya transportasi saya anter langsung ke Stadion,” kata salah satu wali murid kelas 7, SMP Negeri yang minta tidak dicantumkan namanya, Kamis (1/12/2016).

Ia pun mengaku sempat mempertanyakan kepada pihak sekolah, biaya kostum dan akomodasi lainnya untuk penampilan dalam acara pembukaan Porpemda tersebut.

“Biasanya kan kalau ada kegiatan akbar yang diselenggarakan pemerintah, alokasi anggarannya sudah ada. Tapi kenapa orangtua murid masih dibebankan biaya sewa kostum, dan biaya lainnya,” keluhnya.

Sedangkan, informasi yang berhasil dihimpun Berita ekspres.com bahwa, masing-masing sekolah mulai dari tingkat SMP, SMA dan SMK Negeri, diminta untuk mengirimkan perwakilan peserta didiknya mengisi tarian. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga diminta partisipasi dana yang nominalnya dihitung dari jumlah peserta didik yang dikirim. Dana tersebut dikumpulkan kepada salah seorang kepala sekolah atas sepengetahuan Disdik, yang ditunjuk sebagai koordinator menggalang dana.

“Kami diminta mengumpulkan uang kemudian diserahkan kepada selah seorang kepala sekolah yang ditunjuk sebagai koordinator dananya. Disdik tentunya tahu, karena ketua panitianya kan pejabat di Disdik,” ungkap salah seorang kepala sekolah yang minta dirahasiakan namanya. (Bray)