Pemkot Bekasi Canangkan Jalur Pedestrian Berkonsep ‘Waterfront City’

0
72

BERITA BEKASI – Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Jawa Barat, mencanangkan pembukaan jalur pedestrian sepanjang satu kilometer setiap tahun. Jalur pedestrian KH Noer Ali Kalimalang menjadi lokasi percontohan pemerintah kota dalam program ini.

“Sesuai target, setiap tahun kami akan membangun satu kilometer jalur pedestrian. Di samping membangun, kami juga menata. Ada aspek humanis untuk penyandang cacat, jalur sepeda, dan lain-lain,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi Tri Adhianto, di lokasi jalur pedestrian KH Noer Ali, akhir pekan lalu. 

Tri mencontohkan proyek jalur pedestrian KH Noer Ali Kalimalang. Jalur pedestrian yang memanjang di depan Bekasi Cyber Park (BCP) Kalimalang ini mulai dibangun pada 2014 dan sudah dilengkapi dengan jalur sepeda. Beberapa titik ditambah dengan bangku tempat duduk. Sekarang, jalur ini sedang dilanjutkan pembangunannya di koridor Ahmad Yani hingga ke Hutan Kota Bekasi. 

Menurut Tri, model jalur pedestrian sengaja ditinggikan untuk menjaga agar masyarakat tidak berbuat seenaknya di jalur khusus pejalan kaki ini. Sebelumnya, kata Tri, banyak tanaman sering terinjak-injak dan rusak. Ke depan, instansinya juga merencanakan Wi-Fi, sarana kebersihan, berikut pemasangan kamera CCTV guna sebagai sarana pengawas keamanan.

Proyek jalur pedestrian ungkap Tri,difokuskan di jalan arteri terlebih dahulu selama 2013 hingga 2017. Jalur pedestrian akan dibangun ke jalan utama (primer) lebih dulu, kemudian dilanjutkan ke jalur-jalur sekunder. Sebagian rute jalur pedestrian akan dibuka di kawasan tepi saluran air yang sekarang sedang dilakukan penertiban bangunan liar (bangli) oleh Dinas Tata Kota. 

Kepala Dinas Tata Kota, Koswara menjelaskan, wilayah-wilayah di Kota Bekasi yang akan dibangun jalur pedestrian juga sudah ditentukan dalam rencana detail tata ruang (RDTR). Ke depan, jalur pedestrian akan dibuka di kawasan tepi sungai atau saluran air untuk mewujudkan konsep waterfront city.

“(Jalur) pedestrian itu ada dalam RDTR. Jalan mana aja yang harus dibangun (jalur) pedestrian ada. Bisa dilihat dalam RDTR mana saja yang akan dibangun (jalur) pedestrian,” katanya menambahkan.

Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi Sopandi Budiman mengungkapkan, lingkungan yang sehat dan layak merupakan kewajiban negara, tetapi bagaimana lingkungan tersebut bisa baik, perlu adanya upaya. Keberadaan jalur pedestrian merupakan salah satu upaya mendukung lingkungan yang bersih dan sehat.

Sopandi melanjutkan, setiap proses pembangunan punya dampak lingkungan. Lingkungan yang baik membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaganya bersama.

“Pedestrian ini adalah satu pemenuhan bagaimana menciptakan lingkungan yang baik dan bersih. Banyak pohon untuk mereduksi pencemaran lingkungan karena di jalan ini gas buangnya bisa berdampak pada kesehatan masyarakat,” ucap Sopandi. 

Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Polisi, I Nengah Adi Putra menekankan perlunya kerja sama untuk melakukan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat pengguna jalan. Menurut dia, pejalan kaki memiliki hak sebagai pengguna jalan. Selama ini, menurutnya, jalur pedestrian masih sering diserobot untuk parkir atau tempat pemberhentian kendaraan umum. 

Adi mengatakan, harus ada edukasi supaya jalur pedestrian ini bisa dimanfatkan sebaik-baiknya. Ia pun tak ingin jalur pedestrian menjadi tempat parkir dan halte terpanjang.

”Masyarakat memang harus dipaksa,” kata dia menegaskan. Lebih lanjut, ia mengatakan, kembalinya fungsi jalur pedestrian bagi pejalan kaki ikut membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. (Adv/Ndi)