Mau Nebang Pohon Diamuk Orang Setres Rugi Puluhan Juta

0
96
Agus Diamankan Polisi

BERITA BANYUWANGI – Seorang pemuda setres berambut gondrong bertubuh kurus, tiba – tiba mengamuk bawa golok dan membacok secara membabi buta, pemuda  tersebut bernama Agus (30). Peristiwa tersebut di Dusun Tanjung Rejo, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur.

Atas kejadian tersebut, mengakibatkan 2 gergaji mesin rusak dan serkel (mobil gergaji) rusak parah, karena dibacok pelaku bertubi – tubi hingga 4 ban pecah gardan lepas, kerugian pun ditaksir hingga puluhan juta rupiah.

Kejadian itu bermula, ada sebuah Serkel (mobil gergaji) yang melintas didepan rumah Agus untuk melaksanakan penebangan pohon sesuai permintaan pemilik pohon. Namun, tidak disadari kalau Agus mengikuti dari belakang mobil gergaji.

Sampai dilokasi tidak jauh dari rumah Agus, tiba – tiba Agus mengambil golok yang ada di Serkel (mobil gergaji) lantas membacoknya kesemua peralatan gergaji dan ban mobil gergaji serta mesin mobil juga dua gergaji mesin.

Sempat dilerai oleh beberapa pekerja pemotong kayu, namun malah memukulnya dan menodongkan golok, hingga warga berlarian keluar rumah untuk melerainya tetapi Agus masih saja mengayung – ayungkan goloknya agar tidak menebang pohon disini.

“Jangan menggergaji disini berisik,” teriak Agus berulang sambil mengacungkan golok yang diambil dari mobil gergaji.

Warga yang ketakutan lantas telpon Polisi dan aparatur Desa juga Satpol PP Kecamatan. Hingga selang waktu yang tidak lama polisi dan aparatur Desa serta Satpol PP Kecamatan berdatangan kelokasi dan mencoba merayu, Agus agar memberikan goloknya.

“Saya rayu agar memberikan goloknya yang selalu dipegang dan ditaruh disisinya, namun tetap teguh tidak mau memberikan, ketika ada kesempatan saya langsung rebut golok dan terkam badanya hingga masuk kegupangan lumpur ditepi sawah dan langsung dibantu anggota lain yang tidak jauh dari saya serta dibantu warga lain yang ikut merebut golok dan selanjutnya Agus bisa dilumpuhkan,” kata Eko, Polisi yang kalau itu sedang piket, Minggu (4/12/2016) kemarin.

Menurut ibu Tumirah orang tua Agus, Agus dulu tidak begitu, sejak tahun 2007 tepatnya sejak tidak direstui ketika minta nikah, Agus selalu sering marah jika ada orang menebang pohon dan ini sering sekali terjadi, pokonya kalau ada orang mau memotong pohon Agus langsung ngamuk katanya bising,” cerita ibunda Agus

Setelah Agus bisa ditenangkan lantas bersama ibu dan kerabatnya serta diantar oleh kepala desa dibawa ke kerumah sakit jiwa yang ada di Banyuwangi, hingga permasalahan selesai tidak ada korban jiwa. (Rony)

Biro Banyuwangi