Puluhan Mantan Buruh PT. Pisma Garment Indo Tuntut Hak 

0
120
Mantan Buruh Datangi LBH

BERITA DEMAK – Masalah ketenagakerjaan antara mantan buruh dengan PT. Pisma Garment Indo memasuki babak baru. Pasalnya perusahaan tidak memenuhi hak karyawan yang berupa pembayaran gaji, seperti gaji pokok dan lembur.

Dalam meminta keadilan atas hak-hak normatifnya, mereka (mantan buruh) mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya meminta untuk mengawal permasalahan tersebut.

Kepada Beritaekspres.com, Sekretaris LBH Demak Raya, Abdul Rokhim mengatakan, para mantan buruh telah mencoba meminta ke perusahaan dengan baik-baik, hal ini terbukti adanya surat kesepakatan yang dibuat antara buruh dengan perwakilan perusahaan yang ditandatangani Estu Lugina tertanggal 01 agustus 2016. “Akan tetapi tidak ada realisasinya sampai saat ini,” ujarnya, Senin (5/12/2016).

Dijelaskannya, didalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 1 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 1981, serta Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003, disebutkan bahwa para pekerja mendapatkan hak untuk memperoleh upah yang layak.

Menurutnya, selain masalah pembayaran gaji terdapat indikasi perusahaan telah melakukan tindakan ilegal yang berupa tidak disetorkannya dana BPJS Ketenagakerjaan, sesuai dalam Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 1993, Peraturan Menteri No 1 Tahun 1998, Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993, Undang-Undang Nomor 1/1970, UU 3/1992, serta UU 13/2003, disebutkan bahwa pekerja memiliki hak dasar atas jaminan sosial dan kesehatan serta keselamatan kerja. 

“Kami berharap dengan tuntutan mantan buruh, pihak perusahaan segera memenuhinya sebagaimana aturan perundang-undangan yang berlaku. Jika nanti perusahaan mengabaikan hal tersebut, buruh siap apabila diselesaikan di Pengadilan Hubungan Industrial.” Tandasnya. (Nining)

Biro Semarang