Beredar Isu “Kuda Troya” Kapuspen TNI: Itu Tidak Benar

0
66
Mayjen TNI Wuryanto

BERITA JAKARTA – Beredarnya isu yang dimuat media online Kompasiana.com berjudul “Jokowi, waspadai terhadap ‘Kuda Troya’ JK dan Gatot Nurmantyo” yang diunggah pada, Minggu (30/11/2016) lalu, sangatlah merusak citra dan nama baik institusi TNI serta meresahkan masyarakat Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur mengatakan, bahwa opini yang dimuat dalam tulisan disalah satu media online tersebut “tidak benar” dan tidak berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.

“Pernyataan opini tersebut merupakan fitnah dan pencemaran nama baik TNI secara institusi maupun terhadap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara pribadi yang berpotensi munculnya konflik antar lembaga maupun kelompok masyarakat,” tegasnya melalui press rilis yang diterima Beritaekspres.com, Kamis (8/12/2016).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa kegiatan yang di gagas Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, seperti Doa Bersama yang dilaksanakan pada, Jumat  (18/11) dan Apel Nusantara Bersatu, merupakan kegiatan untuk mengajak masyarakat diseluruh Indonesia bersama-sama berdoa agar negara kita terlepas dari perpecahan serta untuk persatuan dan kesataun bangsa yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam opini yang dimuat media online tersebut, juga ditulis tentang kegiatan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang sering berkeliling kampus untuk mengkampanyekan visi nasionalismenya.

“Faktanya memang benar bahwasanya Panglima TNI melakukan kegiatan tersebut, karena untuk membentuk karakter pemuda Indonesia agar memiliki rasa kebangsaan dan nasionalisme serta bela negara, bukan untuk berambisi mengambil alih pemerintahan,” kata Kapuspen TNI.

Sementara itu, terkait berita Panglima TNI akan menyerahkan wilayah laut Natuna kepada pihak Tiongkok, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto kembali menegaskan bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak akan penah menyerahkan wilayah laut Indonesia ke pihak asing, termasuk  perairan Natuna.

“Panglima TNI tidak pernah menginginkan kapal-kapal asing mencuri ikan di perairan laut Indonesia, apalagi sampai berusaha menyuap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti agar mengijinkan kapal asing pencuri ikan bisa masuk perairan Indonesia,” tuturnya.

Menanggapi berita yang bertajuk Kuda Troya tersebut, berdasarkan sejarah bangsa Indonesia, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyatakan bahwa mulai terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan pada 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Selanjutnya, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan saat ini Tentara Nasional Indonesia (TNI),  tidak pernah melakukan pembangkangan terhadap pemerintah termasuk melakukan kudeta, karena TNI berasal dari rakyat, bejuang bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat. (CR-2)