Fadli Zon: Tanpa PDRI ‘Tak Ada’ NKRI

0
301
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon

BERITA JAKARTA – Memperingati Hari Bela Negara, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menegaskan, deklarasi pendirian Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sangat penting. Pasalnya, tanpa perjuangannya kemungkinan tidak ada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   

“Makna dari Hari Bela Negara ini menjadi sangat penting, karena tanpa ada perjuangan dari PDRI, mungkin tidak ada NKRI,” ujar Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/12/2016). Menurutnya, hal itu karena PDRI ini sangat menentukan, meskipun dalam sejarahnya banyak perbedaan pendapat.

Sambung Fadli, Hari Bela Negara juga berkaitan dengan upaya untuk mempertahankan kemerdekaan, karena setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kemerdekaan tidak serta merta diraih secara defacto dan dejure.

Ini dibuktikan dari sikap Belanda yang ketika itu masih merongrong kedalutan Indonesia. Tutur Politisi Gerindra ini, saat itu Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan Belanda pada 19 Desember 1948.

Sjafruddin Prawiranegara, yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran RI, yang sedang berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, bersama Gubernur Sumatera Barat Teuku Muhammad Hasan, dan seorang tentara berpangkat Kolonel, bernama Hidayat, membentuk pemerintahan darurat.

Berdirinya pemerintah darurat itu, akhirnya mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Belanda untuk kembali ke meja perundingan.

“Kurang lebih selama delapan bulan (Desember 1948-Juli 1949), PDRI berhasil meneruskan kepemimpinan Republik dengan menjalankan roda pemerintahan secara bergerilya sampai ke wilayah Aceh,” urai politisi asal dapil Jawa Barat itu.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB), Batara R Hutagalung yang juga hadir menjadi pembicara dalam acara peringatan Hari Bela Negara ini mengungkapkan, berbagai peristiwa heroik terjadi di Republik Indonesia.

“Selama perang mempertahankan kemerdekaan dari tahun 1945 sampai dengan 1949 membuktikan, apabila seluruh rakyat Indonesia bersatu, Indonesia tidak terkalahkan,” tegasnya.

Diketahui, Hari Bela Negara diperingati setiap 19 Desember, berdasarkan Keputusan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono melalui Surat bernomor 28 Tahun 2006.

Dipilihnya 19 Desember sebagai Hari Bela Negara merujuk pada deklarasi pendirian PDRI oleh Sjafruddin Prawiranegara, yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran RI. Hari Bela Negara, merupakan tonggak sejarah penting bagi Indonesia. (OSS)