Pengelolaan PDAM Cabang Wisma Asri dan Harapan Baru Sesuai Kesepakatan

0
540
Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi, Sugeng Wiono

BERITA BEKASI – Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi menegaskan bahwa, proses pemisahan pengelolaan PDAM, Cabang Wisama Asri dan Cabang Pembantu Harapan Baru, sesuai hasil kesepakatan kerjasama kepemilikan dan pengelolaan antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Penyerahan terkait pengelolaan kedua cabang PDAM milik Tirta Bhagasasi tersebut, lantaran tangguna jawab pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan air bersih terhadap masyarakat khususnya para pelanggan di wilayah Wisma Asri dan Harapan Baru.

“Kalau kita merunut dari awal yaitu melalui surat  nomor: 43/KB.617/Admrek/XII/2015, nomor: 420 Tahun 2015 tentang pengakhiran surat perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan Pemerinah Kota Bekasi, nomor: 503/08.11/PDAM/2002 dan nomor: 690/381-HOR/XII/2002 tentang kepemilikan dan pengelolaan perusahaan daerah air minum Bekasi berikut perubahan-perubahannya, yang dibuat pada tanggl 28 Desember 2015, di Kantor BPKP perwakilan Provinsi Jawa Barat,” beber anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi, Sugeng Wiono, Selasa (2012/2016)

Kemudian setelah enam bulan pasca kesepakatan kerjasama, pemerintah daerah menindak lanjutinya dengan surat berita acara yang telah ditanda tangani oleh kedua kepala daerah yakni Bupati dan Walikota Bekasi, selaku pemilik PDAM tersebut, melalui surat nomor: 500/500/Admrek, nomor: 539/BA.410-EkbangTP, tentang persetujuan alih kepemilikan dan pengelolaan wilayah layanan PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Wisma Asri dan Cabang Pembantu Harapan Baru.

“Surat berita acara itu ditanda tangani di Pemda Kabupaten Bekasi pada tanggal 13 Juni 2016, oleh Bupati dan Walikota Bekasi” ujarnya.

Untuk menidak lanjuti hasil kesepakatan surat kerjasama, akhirnya kedua kepala daerah membentuk tim. Dijelaskan Sugeng tim ini nantinya bekerja fokus untuk menyelesaikan pengalihan kepemilikan dan pengelolaan PDAM Cabang Wisma Asri dan Cabang Pembantu Harapan Baru.

“Mestinya, targetnya 31 Okber 2016. Kemudian karena sudahh melewati batas akhirnya walikota bekasi mengirimkan surat kepada Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi, untuk menyerahkan pengelolaan,” ungkapnya.

Sugeng menambahkan, akhirnya Dirut PDAM Tirta Bhagasasi  menanda tangani surat penyerahan pengelolaan dengan surat nomor: 539/8766/Ekbang TP, dengan klausul penyerahan pengelolaan Cabang Wisma Asri dan Cabang Pembantu Harapan Baru PDAM Tirta Bhagasasi.

“Jadi memang belum ada persetujuan DPRD, karena dalam klasul penyerahan kepemilikan dan pengelolaan disini, diserahkan terlebih dahulu pengelolaan kedua cabang PDAM tersebut,” katanya.

Menurut Sugeng, bahwa proses penyerahan kepemilikan PDAM Cabang Wisma Asri dan cabang Pembantu Harapan Baru, membutuhkan waktu. Namun, sejumlah item dalam kesepakatan perjanjian kerjasama antara kedua pemerintahan daerah tersebut telah dipenuhi. “Sambil menunggu tahap proses penyerahan kepemilikannya, tentunya nanti akan meminta persetujuan DPRD. Karena, proses penyerahan aset itu butuh pansus dan sebagainya,” tukasnya.

Sementara itu, Sekertaris Dewan Pengawas Tita Patriot, Ali Imam Faryadi mengatakan, upaya Pemerintah Kota Bekasi meminta pengelolaan PDAM Cabang Wisma Asri dan Harapan Baru, dipicu adanya beberapa keluhan warga terkait pelayanan air minum di wilayah tersebut.

PDAM Tirta Patriot lanjut Imam, menindak lanjuti keluhan warga diwilayah  itu dengan mengambil alih pengelolaannya sesuai kesepakatan kerjasama sebelumnya.

Pasalnya, kondisi di Kabupaten Bekasi saat ini tengah melaksanakan proses pemilihan kepala daerah, yang nantinya dapat mempengaruhi penanda tanganan surat penyerahan kepemilikan dua PDAM milik Tirta Bhagasasi tersebut.

“Kami hanya diserahkan pengelolaannya saja, belum kepada tahap penyerahan kepemilikannya,” tegas Imam. (Bray)