Pembebasan BBNKB II, Pendapatan Pajak 1,7 Miliar Perhari

0
243
Antrian WP di Samsat Kota Semarang I

BERITA SEMARANG – Adanya pembebasan BBNKB II dan pembebasan denda administratif pajak kendaraan bermotor yang berlangsung sejak 22 November hingga 30 Desember 2016 sangatlah membantu bagi masyarakat khususnya wajib pajak (WP).

Antusias masyarakat sangat luar biasa, mereka yang mau melakukan pembayaran pajak termasuk yang melakukan pembebasan BBNKB II sudah mulai mengantri sejak pukul 06.00 WIB

Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kota Semarang I, Julie Emmylia, SE, MM mengatakan, pembebasan BBNKB II ini merupakan pembebasan terhadap pokok BBNKB II beserta sanksi administratifnya.

Sedangkan pembebasan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor (PKB) merupakan pembebasan sanksi administrative atau denda PKB tahun berjalan dan tahun lalu.

“Ini juga dalam rangka memberikan apresiasi kepada masyarakat untuk mengikuti pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor  baik local, mutasi maupun  luar Provinsi,” ujar Emmylia di kantor Samsat Kota Semarang I, Sabtu (24/12/2016).

Karena menurutnya, setelah atas nama sendiri, mereka (WP) bisa mengurus sendiri tidak perlu sibuk mencari KTP. Dan ternyata perilaku masyarakat masih banyak yang membeli kendaraan second, akan tetapi tidak dibalik nama. Hal tersebut tentu akan menyulitkan prosesnya.

Di Samsat Kota Semarang I, selama program pembebasan BBNKB II, rata-rata perhari dikunjungi 1500 WP, dengan pendapatan mencapai  1,7 miliar perhari.

Emmylia berharap WP bisa memanfaatkan waktu yang langka ini. Namun dirinya menghimbau kepada masyarakat (WP) agar patuh membayar pajak tepat pada waktunya.

Sementara di Samsat Kota Semarang II (Srondol) nampaknya tak jauh berbeda dengan Samsat Kota Semarang I. Selama pembebasan BBNKB II, dalam sehari rata-rata ada 1000-1500 WP yang datang untuk membayar pajak.

Bahkan seminggu sebelum ditutupnya program pembebasan BBNKB II, di Samsat Kota Semarang II pendapatan dalam seharinya mencapai 1,7 miliar. Namun di Samsat Kota Semarang II ini lebih didominasi para WP yang mengurus roda 4, terutama mobil baru. (Nn)

Biro Semarang