250 Anak Disunat Massal di RPTRA Jakarta Timur

0
284
Acara Sunatan Massal

BERITA JAKARTA – Sebanyak 250 anak laki-laki di Jakarta Timur, disunat masal oleh tim medis Pemkot Jakarta Timur di lima RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) yakni di Pulogebang (Cakung), Pondok Kelapa (Duren Sawit), Cipinang Besar Utara (Jatinegara), Utan Kayu Utara (Matraman) dan Cililitan (Kramatjati).

Tim medis dari Sudin Kesehatan Jakarta Timur dan Peskesmas Kecamatan masing-masing diterjunkan mendukung kegiatan yang didanai BAZIS Jakarta Timur tersebut.

Tiap anak menerima uang saku Rp200.000 dan baju muslim, beserta tas berisi perlengkapan sekolah senilai Rp300.000.

Secara simbolis Walikota Jakarta Timur H. Bambang Musyawardana menyerahkan bantuan senilai Rp26,5 juta kepada 53 anak yang dikhitan di RPTRA Rusun Pulogebang, disaksikan Camat Cakung, Alamsah, Rabu (28/12/2016) kemaren.

Sementara bantuan serupa untuk 50-an anak yang dikhitan di RPTRA Cipinang Besar Utara dan Utan Kayu Utara dilakukan Wakil Wali Kota Jakarta Timur Husein Murad, dan di RPTRA Cililitan dilakukan Sekretaris Kota Jaktim, H Jayadi.

Wali Kota Bambang Musyawardana mengatakan kegiatan ini sengaja dilakukan dalam libur sekolah dan diharapkan anak anak yang dikhitan cepat sembuh dan masuk sekolah lagi tahun 2017 nanti benar-benar sudah sehat.

“Kiranya  tahun depan dapat diselenggarakan sunatan masal dua kali sehingga yang dikhitan lebih banyak lagi,” tandasnya.

Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara menjelaskan khitanan massal ini merupakan agenda tahunan Bazis yang dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga yang kurang mampu.

Tampak hadir Kepala Sudin Kesehatan Jaktim Drg Iwan Setiawan dan Kepala Sudin Kominfomas Jaktim Yuliarto.

Budi Riyanto, Kepala Seksi BAZIS Jakarta Timur menjelaskan sunatan masal di Pulogebang baru selesai pukul 13.30 WIB. Memang banyak yang menangis karena takut. Tapi tak jarang yang tegar dan bangga sudah menjalani syariat agama.

Usai di Pulogebang, Wali Kota Bambang meluncur ke RPTRA Ikapola RW 04 Pondok Kelapa. Di sini pun sekitar 50 anak usia SD di antar orang tua masing-masing sedang antre dikhitan bergiliran. (Nur)