3 Bulan Mengendap, Kapolres Metro Bekasi: Besok Saya Panggil Kapolsek

0
106
Ilustrasi

BERITA BEKASI – Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Umar Surya Fana akan memanggil Kapolsek Bekasi Kota terkait adanya laporan masyarakat yang mengendap selama 3 bulan dalam kasus dugaan perselingkuhan oknum pegawai BTN Cabang Bekasi berinisial IS yang dilaporkan sejak 4 Oktober 2016 lalu.

“Besok saya akan panggil Kapolsek dan Kanitnya untuk memaparkan kasusnya ke saya,” tegas Kapolres Metro Bekasi kepada Beritaekspres.com melalui telepon selullernya, Kamis (29/12/2016).

Untuk saat ini kata Umar, dirinya belum bisa memberikan tanggapan tentang persoalan ini, sebelum mendapatkan keterangan atau pemaparan langsung dari pihak penyidiknya. “Untuk sementara itu aja, karena musti kita panggil dulu apa duduk persoalannya,” tutup Umar mantan Kasubdit III Ditpidum Bareskrim Polri ini.

Diberitakan sebelumnya, tiga bulan sudah laporan polisi terkait perselingkuhan oknum pegawai BTN Cabang Bekasi berinisial IS dengan seorang wanita rekan kerjanya DR yang tak lain istri sah dari pelapor DS yang hingga kini, belum mendapatkan kepastian hukumnya sejak dilaporkan pada 4 Oktober 2016 melalui laporan polisi bernomor LP/937-BK/K/X/2016/Sek. Bks Kota.

“Saya juga bingung, kenapa laporan polisi saya ke Polsek Bekasi Kota terkesan mengendap. Padahal, semua bukti-bukti pendukung sudah sangat jelas, termasuk peristiwa pengerbekan keduanya di sebuah kamar kos-kosan yang berlokasi di Bekasi Barat,” ungkap DS kepada Beritaekspres.com, Kamis (29/12.

Menurut DS, kasus perselingkuhan IS oknum pegawai BTN Cabang Kota Bekasi yang menjabat sebagai Kepala Unit Funding (CCFU) dengan istrinya DR, wanita yang dinikahinya sejak tahun 2014 lalu itu, sudah sangat jelas. “Bukti SMS, Bukti WA, bukti foto ditambah lagi bukti terjadinya penggerbekan disebuah kamar kos-kosan itu. Jadi saya bingung harus bukti apalagi,” ulasnya kecewa.

Sedangkan IS sendiri lanjutnya, bukan pria berstatus duda atau bujang, tapi IS itu sudah memiliki istri dan sudah dikaruniai tiga orang anak. Begitu juga DR yang merupakan masih istri sah dan kami hingga kini belum bercerai. “Sebelumnya, rumah tangga kami baik-baik saja. Berubah itu, setelah ada kedekatan dengan IS yang akhirnya seperti ini kejadiannya,” ungkap DS.

Masih kata DS, yang jelas dirinya tidak bisa menerima ini begitu saja tanpa ada proses hukum, baik terhadap IS atau terhadap DR istrinya sendiri. “Kalau sakit hati ya pastilah nama dikhianati, tapi ngak mungkin juga istrinya DR menanggapi tanpa ada rayuan dari IS teman sekantornya yang berposisi sebagai Kepala Unit Funding (CCFU) di BTN Cabang Kota Bekasi itu,” sindirnya.

Sampai saat ini tambahnya, dirinya masih sabar menunggu proses yang dilakukan Polsek Bekasi Kota atas laporannya sejak 4 Oktober 2016 lalu. “Ya saya masih menunggu perkembangan itu, kalau memang tidak ada perkembangan, maka saya pun akan mengambil langkah lain terhadap kinerja Polsek Bekasi Kota ini.” Pungkasnya. (Indra)