Menunggu Fasilitasi Gubernur, Raperda PT. Bolang Belum Ditetapkan

0
97

BERITA BONDOWOSO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso terus berupaya untuk menyelesaikan 11 Raperda yang belum ditetapkan hingga akhir tahun ini. 5 diantara Raperda itu sudah ditetapkan dalam Paripurna DPRD Bondowoso, Kamis (29/12/2016).

Sedangkan 6 sisanya masih di fasilitasi oleh Gubernur Jawa Timur. Diantara 6 Raperda itu, ada satu Raperda yang menjadi perhatian publik Bondowoso, yaitu Perda Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas (PT) Bondowoso Gemilang (Bolang).

Pembahasan Perda yang dibahas oleh panitia khusus (Pansus) 2 ini tergolong alot. Bahkan informasinya decklok hingga 6 kali dalam pembahasannya.

Hal itu terjadi, menurut Bupati Bondowoso, H. Amin Said Husni, karena kehati-hatian anggota pansus dalam memutuskan perda ini. Hal itu dilakukan agar out put dari perda tersebut diharapkan menjadi BUMD yang menggerakkan perekonomian berbasis kerakyatan.

“Saya sangat berterima kasih kepada pansus atas intensifnya pembahasan raperda ini, dan itu bagus. Harapannya, BUMD yang rencananya akan menggarap Agrobisnis dan Agroindustri ini akan menjadi salah satu kebanggan,” ungkap Bupati.

Sebenarnya, Perda PT. Bolang sudah diusulkan oleh Bupati Amin Said Husni dan telah dibahas sejak Bulan November lalu. Namun baru bisa direalisasikan pada akhir tahun ini, dan itu pun masih menunggu hasil faslitasi dari Gubernur Jawa Timur. Fasilitasi tersebut, kata Bupati Amin, sudah berdasar pada regulasi yang ada. “Perda itu harus menunggu evaluasi dan faslitasi dari Gubernur,” beber Bupati.

Selain itu, Bupati Bondowoso, H. Amin Said Husni, ketika ditemui sejumlah awak media usai Paripurna juga mengatakan bahwa pihaknya dalam perekrutan jajaran komisaris dan direksi akan profesional. “Kita akan uji dengan fit and proper test agar profesional tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” ungkap Bupati.

Ketika disingung mengenai turunnya anggran yang diusulkan untuk penyertaan modal PT. Bolang, sebesar 16 miliyar rupiah menjadi 50 juta rupiah, kata bupati, penyertaan modal akan di buat perda lain. “50 juta rupiah itu untuk pendirian dan administrasi BUMD itu, untuk modal nanti akan dibahas di perda penyertaan modal.” Pungkasnya. (Gus)

Biro Bondowoso