5 Korban Peristiwa Pulomas Ajukan Perlindungan ke LPSK

0
76

BERITA JAKARTA – Lima orang korban selamat perampokan berujung kematian di Pulomas, Jakarta Timur, ajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Permohonan didapatkan melalui upaya proaktif LPSK yang mendatangi korban sejak, Rabu (28/12) kemaren.

“Akhirnya para korban mau mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK, permohonan tersebut langsung kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wakil Ketua LPSK, Askari Razak, Jumat (30/12/2016).

Meski masih diproses, LPSK akan terus memantau perkembangan kasus ini terutama terkait kebutuhan korban. Sehingga saat perlindungan secara resmi diberikan, bentuk perlindungan sudah diketahui secara tepat.

Askari menjelaskan, beberapa bentuk perlindungan yang mungkin diberikan kepada korban diantaranya bantuan rehabilitasi medis, bantuan rehabilitasi psikologis, dan pemenuhan hak prosedural.

“Ini yang sangat mungkin diberikan kepada korban”, jelas Askari.

Pembunuhan hak prosedural agar selama proses peradilan yang diikutinya tetap memperhatikan haknya sebagai korban.

Khusus untuk salah 1 korban, LPSK akan menyiapkan bantuan penerjemah bahasa isyarat agar korban bisa memberikan keterangan kepada penegak hukum.

“Hal ini sesuai dengan UU Perlindungan Saksi dan Korban dimana salah 1 hak korban adalah mendapatkan bantuan penerjemah,” ungkap Askari.

Terkait korban perempuan dan anak, LPSK sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta agar perlindungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan korban.

“Kami akan memberikan yang terbaik kepada korban, sesuai wewenang yang dimiliki LPSK.” Jamin Askari. (Steve)