Konsleting Listrik, Rumah Warga Karimun Ludes Terbakar

0
69

BERITA KARIMUNWarga Gang Lupus RT02/RW03 No.19, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, dikejutkan adanya teriakan serta suara pekikan isak tangis seorang ibu. Hal tersebut sontak membuat warga setempat berlari berhamburan keluar rumah, Kamis (29/12/2016) untuk melihatnya.

Tangisan ibu yang diketahui bernama Yonne itu akibat adanya kobaran api yang kian membesar diatas atap rumahnya.

Salah seorang saksi mata, Etna yang merupakan adik kandung Yonne menceritakan kronologis kejadian yang mengakibatkan plafon rumah yang ia tempati terbakar.

Etna mengatakan sekitar pukul 21:00 WIB ia bersama keluarga kakaknya sedang menonton televisi tiba-tiba ada suara letusan keras di plafon atap rumah dan langsung menimbulkan kobaran api.

“Kejadiannya sekitar pukul 21.00 WIB, waktu itu saya dan kakak saya sedang nonton TV di kamar depan, tiba-tiba ada letusan keras seperti bunyi petasan, ternyata letusan itu akibat bola lampu yang tiba-tiba meledak,” ungkap Etna.

Setelah melihat bola lampu yang pecah, Yonne sekeluarga berlari keluar rumah, karena ada percikan api di plafon rumahnya, ternyata di atas atap rumahnya sudah diselimuti kobaran api yang besar.

“Saya bersama kakak saya dan anaknya,  langsung berlari keluar rumah setelah melihat bola lampu meledak dan pecah, pas keluar rumah, ternyata api sudah besar di atap rumah, dan kami langsung menjerit minta pertolong, kebetulan di depan rumah, ada tetangga sedang wirid, semuanya keluar dan bantu padamkan api,” ungkap Etna.

Selain itu, Etna yang terlihat sangat sedih mengatakan terima kasih kepada tetangga yang telah membantu dan masih bersyukur tidak ada korban jiwa.

“Kami sangat sedih atas kejadian ini, mana mau merayakan natal dan tahun baru, semuanya berantakan, kakak saya juga ikut syok akibat kejadian itu, tapi untungnya kami sekeluarga semua selamat dari musibah itu,” terangnya Etna

Sementara itu,  Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Karimun, Dedy Risdianto mengatakan, api berasal dari plafon yang ternyata penuh dengan sarang burung.

“Ternyata di atas plafon rumah itu ada banyak sarang burung, setelah di periksa hampir 2 gerobak sarang burung yang dikeluarkan dari plafon itu, kemungkinan ada konsleting listrik yang terjadi di plafon rumah, sehingga api dengan cepat terbentuk di tumpukan sarang burung tersebut,” Dedy.

Dedy juga menjelaskan api dapat dijinakan dalam waktu sekitar 30 menit oleh bantuan dari warga sekitar yang mengambil tindakan dengan cepat, api tersebut padam sebelum tim pemadam kebakaran sampai di tempat, untungnya api tidak merambat ke mana-mana, kerugian hanya pada alat alat elektronik yang basah akibat terkena air yang digunakan untuk memadamkan api. (Yani)

Biro Karimun