Tim LPSK Proaktif Ke Korban Perampokan Pulomas

0
94

BERITA JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bersikap proaktif untuk memberikan perlindungan kepadan perampokan berujung terbunuhnya 6 orang di Pulomas.

Langkah ini mengingat prosedur pemberian perlindungan sesuai UU Perlindungan Saksi dan Korban adalah harus berdasarkan permohonan saksi atau korban maupun pendampingnya. Namun LPSK memahami kondisi korban dan dan keluarganya yang saat ini masih trauma baik medis maupun psikologis.

“Oleh karenanya kami lebih memilih proaktif dengan mengirimkan tim untuk menemui korban dan keluarganya di RS,” ujar Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, Jumat (30/12/2016).

Tim yang dikirimkan LPSK bertugas untuk membantu korban untuk mengajukan permohonan perlindungan. Tim sudah dikirimkan ke RS sejak kemarin, Rabu (28/12).

“Hari ini tim menemui korban lagi karena kemarin kondisi para korban masih banyak yang belum pulih”, jelas Hasto.

Selain menemui korban, tim LPSK juga berkordinasi dengan aparat kepolisian yang menangani kasus ini dan lembaga lain seperti KPAI. Tujuannya agar pemberian layanan kepada korban tidak tumpang tindih.

“Juga untuk mengetahui bentuk layanan yang dibutuhkan korban secara tepat”, ungkap Hasto.

LPSK menegaskan meski pelaku sudah ditangkap namun perlindungan kepada korban tetap diperlukan. Dikarenakan perlindungan yang dibutuhkan korban tidak hanya berupa pengamanan fisik, namun juga pemulihan medis-psikologis.

“Pemulihan kepada korban sangat penting mengingat trauma yang mereka alami setelah menyaksikan peristiwa keji tersebut,” jelas Hasto.

LPSK juga menawarkan pendampingan bagi para korban sepanjang proses peradilan pidana. Hal ini untuk menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi korban selama proses tersebut.

“Dengan perasaan tersebut diharapkan mereka bisa memberikan keterangan dengan jelas sehingga pelaku bisa dihukum sesuai kejahatan yang mereka lakukan.” Pungkas Hasto. (Steve)