Kembali Longsor, Belasan Rumah di Desa Dermasuci Rawan Ambruk

0
185

BERITA TEGAL – Untuk kesekian kalinya, Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal Jawa Tengah dilanda bencana tanah longsor. Kali ini, tanah longsor merusak akses jalan dan belasan rumah di desa tersebut.

Peristiwa ini dipicu karena hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal sejak Kamis (29/12) sore kemaren. “Hujan mulai jam 18.00 WIB sore. Kemudian longsornya sekitar jam 19.00 WIB malam,” kata Lihun (37), warga Dermasuci kepada Beritaekspres.com, Sabtu (31/12/2016).

Sebelum bencana itu terjadi, sempat terdengar suara gemuruh di belakang rumahnya. Mendengar itu, Lihun langsung mengambil langkah cepat. Dia bersama istri dan kedua anaknya bergegas keluar rumah dan mencari perlindungan di tempat yang aman. Padahal, waktu itu masih hujan deras.

“Rumah saya yang bagian belakang tertimbun tanah longsor. Dan dinding rumah saya juga retak karena tanahnya bergerak,” ungkapnya.

Saya sempat panik. Lalu berteriak meminta tolong karena suara gemuruh itu semakin kencang. Beruntung, peristiwa itu tidak berlangsung lama. “Tidak ada korban jiwa. Hanya rumah saya yang rusak,” ucapnya.

Kepada Beritaekspres.com, Kepala Desa Dermasuci Mulyanto mengatakan, bencana tanah longsor kali ini telah merusak 14 rumah dan 1 Mushola. Meski masih bisa ditempati, tapi belasan rumah itu rawan ambruk. Sebab, dinding rumah sudah banyak yang retak.

Selain rumah warga, akses jalan di desa tersebut juga amblas sepanjang sekitar 50 meter. Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Warga kesulitan melintas karena kondisi jalannya rusak parah.

Dirinya berharap, pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut. Dia juga menghendaki, rumah warga yang rusak akibat tanah longsor mendapat bantuan dari pemerintah.

“Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah. Semoga pemerintah peduli dengan warga kami,” harapnya.

Mulyanto menambahkan, akibat tanah longsor, warga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Begitu pula dengan jalan desa tersebut.

Pihaknya mengaku mengalami kerugian lantaran perbaikan jalan menggunakan anggaran desa. Tanah bergerak dan longsor di desa itu, hampir setiap musim hujan selalu terjadi. Untuk bencana ini, merupakan yang kali kesembilan. (Boy Rasta)

Biro Tegal