Polres Bondowoso Gelar Hasil Kejahatan Selama 2016

0
88
Polres Bondowoso

BERITA BONDOWOSO – Siang itu, Jum’at (30/12/2016) cuaca cukup mendung. Di halaman Mapolres Bondowoso banyak knalpot kolong yang  terjejer rapi, ban ukuran kecil yang juga tersusun serta 4 unit sepeda motor yang ditempeli tulisan “tidak sesuai spectek”. Mungkin tulisan itu “tidak sesuai spect” yang benar.

Ada pula puluhan botol air mineral berisi minuman keras (miras) yang juga terjejer rapi di meja sebelah kanan, sementara di meja sebelah kiri tampak grenda (alat pemotong besi) berwarna merah. Sementara di bekang meja ada spanduk bertuliskan “Press Release Akhir Tahun Polres Bondowoso”.

Saat yang bersamaan, puluhan wartawan dari berbagai media yang ada di Bondowoso tampak bersenda gurau sesama awak media.

Tak berselang lama, Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK., bersama Wakapolres, Kompol Kukuh S. Kurniawan, didampingi pejabat utama Polres Bondowoso berjalan ke tempat barang-barang tersebut diletakkan. Rupanya, siang itu ada press Release keberhasilan korp coklat selama kurun waktu 1 tahun ini dalam mengungkap kasus kejahatan.

Tidak hanya keberhasilan mengungkap kejahatan di wilayah hukum Polres Bondowoso. Tetapi, dalam kesempatan tersebut juga dibeberkan prestasi Polres Bondowoso yang menyabet peringkat ketiga di Jawa Timur sebagai Polres dengan inovasi pelayanan terbaik.

Disamping itu, Polres Bondowoso juga dinobatkan sebagai terbaik kedua instansi pengguna anggaran negara dengan pertanggung jawaban terbaik pula. “Keberhasil ini bukan keberhasilan Kapolres. Melainkan keberhasilan semua elemen yang ada di tubuh Polres Bondowoso,” papar AKBP Afrisal SIK.

Untuk kasus yang berhasil diungkap jajaran Satreskrim, Kapolres menjelaskan, selama kurun waktu tahun 2016 ada 515 kasus. Angka tersebut turun dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 624 kasus.

“Dari 515 kasus, yang sudah diselsaikan hingga putusan Pengadilan sekitar 90,6 persen. Empat kasus pembunuhan dan semuanya bisa terungkap baik pelaku maupun motifnya, termasuk pembunuhan di Lokalisasi Bu RI atau BRI Desa Koncer Kidul,” terangnya.

Selain itu lanjutnya, yang mendominasi pada kasus yang diungkap Satreskrim adalah curat (pencurian dengan pemberatan) yaitu 22 TKP berhasil diungkap untuk Curwan dan curanmor, curas (pencurian dengan kekerasa) 3 kasus, penipuan 94 kasus, perjudian 29 kasus, kekerasan pada anak dan perempuan sebanyak 42 kasus, dan kasus korupsi sebanyak 2 kasus,” ungkap Kapolres.

Sementara untuk kasus narkoba, kata AKBP Afrisal, pada tahun 2016 ini terdapat 43 kasus. Dengan tersangka sebanyak 49 orang. “Barang bukti yang berhasil diamankan untuk sabu sebanyak 67,59 gram dan obat keras sebanyak 10.109 butir. Tersangkanya ada 49 orang,” bebernya.

Untuk kecelakaan lalu lintas di sepanjang tahun 2016, sambung Kapolres, ada peningkatan angka dari 379 pada tahun 2015 menjadi 385 pada tahun 2016. Sedangkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalamin peningkatan menjadi 103 jiwa. Sementara pada tahun 2015 jumlahnya 83 orang.

Usai memberi keteangan kepada sejumlah awak media yang hadir, kapolres bersama pejabat utama Polres Bondowoso juga memusnahkan barang bukti berupa puluhan botol minuman keras.

Knalpot kolong dan ban ukuran kecil yang tidak sesuai standar hasil razia petugas juga dimusnahkan. Jumlahnya ada 31 buah Knalpot Kolong berbagai merk dan 54 buah ban. (Abdul Wahet)

Biro Bondowoso