Dwi Endro Sasongko : Waspadai Berita Hoax

0
431
Kapendam, Dwi Endro Sasongko

BERITA SEMARA – Peringatan hari jadi ke 66 Penerangan Angkatan Darat, Kodam IV/Diponegoro menggelar syukuran yang dilaksanakan di Aula Pendam IV/Diponegoro, yang dihadiri oleh jajaran Pendam, Jumat (13/1/2017).

Pada peringatan Penerangan Angkatan Darat tahun ini, pihaknya mengambil tema ‘Melalui Hari Jadi ke 66, Kita Mantabkan Peran Penerangan yang  Semakin Profesional dalam Menjawab Tantangan Dinamika Informasi dan Teknologi Guna Mendukung Tugas Pokok TNI AD’.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI MS. Fadhilah melalui Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Dwi Endro Sasongko berharap penerangan angkatan darat mampu mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam menghadapi tantangan dan tuntutan tugas.

Dengan perkembangan lingkungan strategis yang cepat dan dinamis, menurutnya, peran dan fungsi penerangan menjadi semakin penting dalam mendukung pencapaian tugas pokok TNI AD.

“Kondisi tersebut menuntut Dispenad untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya yang diperlukannya, baik personel, infrastruktur maupun suprastruktur agar mampu bekerja secara lebih professional dalam mendukung tugas pokok TNI AD secara maksimal,” paparnya.

Penerangan Angkatan Darat menyatakan, pihaknya harus mampu menjadi pelopor ketahanan informasi di tengah situasi darurat informasi yang saat ini sedang melanda kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara.

“Kita harus mampu menjadi contoh sekaligus penggerak kesadaran masyarakat dalam menyikapi dan mengelola informasi secara benar untuk kepentingan positif,” lanjutnya.

Sementara itu terkait upaya positif yang digagas masyarakat untuk mencegah kerusakan moral dan karakter bangsa akibat informasi yang tidak bertanggungjawab seperti ‘Deklarasi Masyarakat Anti Hoax’  yang dilakukan serentak di 6 kota pada 8 Januari lalu, pihaknya menyatakan mendukung sepenuhnya.

Pada kesempatan itu Endro juga meminta kepada awak media untuk mewaspadai adanya berita-berita khususnya tentang TNI yang sumbernya tak bisa dipercaya, karena bisa menimbulkan potensi atau kerawanan konflik dengan pihak lain.

“Apabila ada berita seperti itu agar dikonfirmasikan ke Pendam,” ujarnya.

Begipun terkait adanya berita hoax dari Medsos, lanjut Endro, jangan mudah terpengaruh.  Dirinya berharap agar media selalu mewaspadai berita hoax yang hanya akan memperkeruh suasana.

“Jangan malah kita ikut andil di dalamnya,” tandasnya .

Endro mengaku pihaknya sudah membentuk tim untuk memonitor dan mengantisipasi apabila muncul  berita hoax yang berkaitan dengan TNI.

“Kita berikan penekanan terhadap anggota untuk tidak menyebarkan berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (Nn)

Biro Semarang