Delvin Chaniago: Peran Medsos Picu Komplik GMBI Vs FPI

0
163

BERITA BEKASI – Ketua Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM-GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniaggo mengatakan, insiden penyerangan yang dilakukan sejumlah oknum Ormas Front Pembela Islam (FPI) terhadap anggota LSM GMBI tidak mendasar.

Pasalnya, anggota LSM GMBI sendiri, tidak melakukan penyerangan seperti apa yang dituduhkan melalui media sosial yang mengambarkan seakan LSM GMBI bersifat arogan atau bergaya premanisme.

“Faktanya waktu ada kejadian penyerangan sebuah mobil kijang Inova berwarna hitam itu, tidak ada anggota berseragam LSM GMBI yang ikut dalam pengrusakan itu boleh dilihat videonya,” terang Delvin kepada Beritaekspres.com, Sabtu (14/1/2017).

Bahkan lanjut Delvin, waktu dilapangan ketika aksi di Polda Jawa Barat yang berketepatan dengan pemeriksaan Ketua Umum FPI, Habib Riziek Shihab berkaitan dengan laporan Sukmawati dalam dugaan penodaan Pancasila, anggota LSM GMBI tidak pernah menganggu anggota FPI yang melintas dekat kerumunan LSM GMBI.

“Ada sepasang suami istri dari anggota FPI yang mau mengambil motornya yang kebetulan terparkir didekat kerumunan anggota LSM GMBI yang tengah berkumpul pun, tidak satupun anggota LSM GMBI yang mencolek atau menganggu,” katanya.

Dilanjutkan Delvin, dirinya juga kecewa dengan banyaknya selentingan di media sosial yang cenderung memojokan LSM GMBI, termasuk ada selentingan atau kata-kata LSM GMBI berdangdut, FPI berzikir ketika aksi didepan Polda Jawa Barat.

“Siapa yang berdangdut, tidak ada yang berdangdut, yang ada kita menyanyikan lagu-lagu kebangsaan,” imbuhnya.

Dirinya berharap tambah Delvin, bagi pihak – pihak pengguna medsos baik dari anggota LSM GMBI ataupun Ormas FPI dan para pendukung – pendukung jangan menulis atau menampilkan hal-hal yang bersifat memanaskan situasi atau memecah belah antar anak bangsa.

“Kita semua anak bangsa. Kita semua seiman dan se-agama, bukan perang dengan bangsa lain. Kita masih satu bangsa dan sama-sama anak bangsa jadi tidak ada yang perlu dipersoalkan lagi kita semua bersaudara.” Pungkasnya. (Indra)