Tanggul Sungai Kritis, Lima Desa di Brebes Terancam Banjir

0
126
Tanggul

BERITA BREBES – Ambrolnya tanggul Sungai Pemali di Desa Tengki Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Jawa Tengah mengancam puluhan ribu penduduk dari sejumlah desa di wilayah sekitar. Nur Huda Fauzi, salah seorang tokoh pemuda setempat, menyebut, abrolnya tanggul sungai disebabkan karena terkikis sungai yang akhir-akhir ini sangat deras arusnya.

Meski sudah lama terkikis, namun baru kali ini tanggul abrol akibat tidak kuat menahan derasnya air. Warga yang khawatir kondisi itu kemudian bergotong royong membangun tanggul darurat dengan menggunakan karung berisi tanah.

Fauzi menyebut, apabila tanggul pemali di desanya jebol, akan menimbulkan banjir di sejumlah desa. Bahkan, diperkirakan banjir akan merendam lima desa di antaranya Desa Tengki, Pasarbatang, Sigambir, Pagejugan, Kedunguter, Sigempol, dan Randusanga.

Dia berharap pemerintah segera melakukan upaya penanggulangan dengan membangun talut secara permanen. Hal ini untuk memberikan rasa nyaman bagi warga yang tinggal di wilayah sekitar.

Disebutkan, untuk mengantisipasi adanya luapan air dari Sungai Pemali, saat ini dirinya bersama dengan warga lainnya mulai menggiatkan ronda malam. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila debit air di sungai tersebut naik. Apalagi, di titik tanggul yang abrol air sudah merembas ke jalan sejak dua bulan lalu.

“Saya sangat berharap pemerintah segera melakukan upaya penanganan dengan membangun bronjong di sepanjang bibir sungai,” pintanya ketika ditemui Beritaekspres.com, Kamis (19/1/2017).

Menanggapi kejadian itu, Kepala BPBD Brebes Eko Andalas menyebut, Pemerintah Kabupaten Brebes sudah melakukan upaya tanggap darurat dengan menyangga runtuhan talut sungai dengan ribuan karung pasir. Untuk diketahui, longsor pada tanggul Sungai Pemali tersebut akibat terkikis dihantam arus deras menyusul tingginya debit sungai.

Terdata tanah tanggul sepanjang 25 meteran longsor. Tanggul hanya menyisakan dua meter. “Untuk sekarang sudah kita lakukan tanggap darurat dengan menahan longsoran menggunakan 25 ribu karung, sampai hari ini masih terus berlangsung,” katanya.

Sementara Camat Brebes, Eko Purwanto menyebut, ambrolnya tanggul tersebut bisa membuat aliran air yang tinggi bisa meluap. Sebab, permukaan air sungai berada lebih tinggi dibandingkan rumah warga di wilayah Kecamatan Brebes bagian utara.

“Kami sudah koordinasikan dengan pihak terkait untuk antispasi antara lain penanganan dengan tanggul sementara dengan pengurugan tanah yang ditahan bambu dan kayu,” Tandasnya. (Boy Rasta)

Biro Tegal