Soal Tiket Ilegal, THM Skies Bekasi Bayar Denda 100 Persen

0
45
Ilustrasi Skies

BERITA BEKASI – Pihak manajemen Tempat Hiburan Malam (THM) Skies “Café, Biliard dan Karaoke” yang berlokasi di Basmant Mall Revo Town Square, Bekasi Selatan, Kota Bekasi dikenakan denda 100 persen terkait penjualan tiket masuk secara illegal alias bodong sebesar Rp50 ribu perorang.

Kepada Beritaekspres.com, Kepala Bagian Pengawasan dan Pendapatan Daerah (Kabag-Bapenda) Kota Bekasi mengatakan, pihaknya saat ini tengah menghitung berapa tiket masuk yang sudah terjual secara illegal.

“Pihak THM Skies sudah mengakui itu dan sekarang kita tengah menghitung berapa yang mereka harus bayar,” terang Ubaidillah ketikah dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (3/2/2017).

Untuk persoalan ini lanjut Ubai, pihak manajemen THM Skies sendiri sudah menyanggupi akan membayar 100 persen dari jumlah tiket yang sudah terjual selama ini.

IMG-20170122-WA0029“Mereka katanya siap dan menyanggupi. Makanya, saat ini kita lagi menghitung berapa pihak mereka harus membayar. Untuk selanjutnya nanti dikonfirmasi kembali karena masih berjalan proeses,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bekasi, Muhamad Jufri mengatakan, mengapresiasi pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi yang sudah cepat menanggapi persoalan tiket yang dijual secara illegal dan diharuskan membayar denda 100 persen kepada Bapenda Kota Bekasi.

“Kita harus berikan apresiasi dan itu harus kita akui bahwa pihak terkait sudah melakukan tugas dan pungsinya,” kata Jufri.

Tapi sambung Jufri, hal itu bukan bearti pihak THM Skies bebas dari aturan dalam menjalankan usahanya di Kota Bekasi. “Persoalan jam operasionalnya juga harus diawasi, karena THM Skies ini pernah tutup sudah mau hampir azan subuh,” ungkapnya.

Padahal tambahnya, ketentuan itu dibatasi hingga pukul 02.00 WIB sudah harus tutup. “Hal ini juga pernah menjadi persoalan warga sekitar. Jadi kita berharap sanggup membayar denda 100 persen itu, bukan berarti jadi bebas melanggar aturan disini. Tetap kita akan pantau,” pungkasnya. (Indra)