Awas…! Buang Sampah di Kota Bekasi Bakal Kena Sanksi

0
2270
Ilustrasi

BERITA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi berencana membuat payung hukum tentang sanksi pembuang sampah sembarangan. Hingga saat ini, pelaku pembuang sampah sembarangan tidak dikenai sanksi meski telah mengotori lingkungan.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dadang Mulyana mengatakan, sebetulnya Pemerintah Daerah (Pemda) telah memiliki payung hukum soal kebersihan, yaitu Perda Nomor 10 tahun 2011 tentang ketentuan umum ketertiban, kebersihan dan keindahan.

Namun, di bagian kebersihan dalam Perda itu tidak tercantum sanksi bagi pelaku pembuang sampah sembarangan. “Kita harus membuat Perda tentang kebersihan, yang di dalamnya ada larangan dan juga sanksi bagi pembuang sampah sembarangan,” ujar Dadang kepada Beritaekspres.com, Selasa (7/2/2017).

Dadang mengatakan, sanksi yang dijatuhkan bagi pelaku pembuang sampah sembarangan itu bermacam-macam. Misalnya denda atau sanksi sosial berupa pemungutan sampah yang telah dibuangnya. Tidak hanya itu, si pembuang sampah sembarangan juga harus mengalungkan sebuah papan yang bertuliskan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

Menurutnya, setelah payung hukum itu dibuat, maka Pemerintah Daerah akan membentuk satuan tugas penegak hukum khusus. Personel akan dikerahkan di jalan protokol seperti Jalan Raya Ahmad Yani, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sultan Agung dan sebagainya.

Satuan tugas ini, kata dia, yang bakal menindak di lapangan. Upaya ini juga diharapkan bisa memberi dampak peningkatan kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari denda pelanggaran pembuang sampah.

“Efeknya kan sama-sama bagus. Kalau kesadaran meningkat, Kota Bekasi jadi bersih meski denda berkurang, tapi kalau denda masih tinggi berarti kesadaran masih rendah,” kata Dadang.

Hingga saat ini jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Bekasi mencapai 1.500 ton-1.700 ton per hari. Sebanyak 59 persen dari total sampah itu terangkut Ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kota Bekasi. Sedangkan sisanya 41 persen, tidak terangkut dan masih berada di tempat pembuangan sampah sementara untuk diangkut petugas.

Sebelumnya, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, mengungkapkan ingin meniru Pemprov DKI Jakarta dalam hal memberi sanksi bagi pembuang sampah sembarangan. Menurutnya, pembuang sampah sembarangan dikenakan sanksi sosial berupa hukuman mengambil sampah di lokasi sambil mengalungkan sebuah papan yang bertuliskan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. “CFD di Jakarta sudah menerapkan seperti itu, nanti kita akan coba seperti itu,” ujar Rahmat.

Hingga saat ini, pihaknya masih menggodok rencana penambahan sanksi dalam Perda kebersihan yang sudah ada. Dia menyatakan, pemberian sanksi akan diterapkan di seluruh lingkungan di Kota Bekasi, termasuk saat acara hari bebas kendaraan (Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani setiap hari Minggu.

Menurutnya, pemberian sanksi bagi pelanggar perda perlu diterapkan. Soalnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan masih kurang, terbukti usai digelarnya acara CFD. Di jalan protokol itu selalu dipenuhi sampah an-organik seperti plastik, botol bekas, kertas dan diprediksi jumlahnya mencapai 10-15 ton usai acara CFD.

“Pemberian sanksi diharapkan bisa memberi dampak efek jera terhadap pelanggar, supaya di lain hari tidak mengulangi perbuatannya,” kata Rahmat. (Adv/NDI)