BMH Jateng “Berkah Jumah Berbagi Sedekah” Tukang Becak

0
147

BERITA JATENG – Program eksklusif BMH Perwakilan Jawa Tengah di tahun 2017 ini dalam “Berkah Jum’ah Berbagi Sedekah”. Program ini diwujudkan dengan berbagi nasi bungkus kepada kaum dhuafa, abang tukang becak, loper koran dan lainnya.

Program ini rutin dikerjakan setiap hari Jum’at dengan sasaran penerima manfaat yang berbeda-beda atau bergantian. Di Kota Sragen misalnya, BMH menyusuri sudut kota dan bertemu dengan para loper koran, abang becak dan lainya.

Mereka kemudian diberi nasi bungkus secara cuma-cuma, hal ini membuat bahagia para penerima manfaat karena hasil dari kerjanya bisa di tabung untuk biaya sekolah anaknya.

Sementara itu, di Kudus, BMH memberikan makan gratis kepada jamaah shalat jum’at di Masjid Al-Aqsha Jl.Raya Kudus – Jepara Kaliwungu -Kudus, mereka mayoritas adalah para musafir dan buruh pabrik. Hal ini dilakukan BMH atas dasar amanah dari kaum muslimin atas dana zakat, infak dan sedekah yang sudah disalurkan melalui BMH.

“Alhamdulillah, ternyata program ini disambut baik oleh donatur dan muzzaki. Minggu kemarin, BMH membagikan makan siang gratis kepada jamaah shalat jum’at,” ungkap Nur Kholil Ketua BMH Kudus kepada Beritaekspres.com, Selasa (14/2/2017).

Hal ini dilakukan, karena animo masyarakat yang tinggi ingin bersedekah langsung berupa makanan maupun sembako yang segera didistribusikan kepada mustahik. 

Kemudian kegiatan serupa juga dilakukan di Semarang, Solo dan Kebumen, BMH Sinergi dengan beberapa komunitas untuk berbagi sedekah Jum’at, pembagian nasi bungkus ini dilakukan di beberapa titik jantung kota dengan sasaran penerima adalah mereka kaum dhuafa, pemulung, abang becak, loper koran dan lainya.

Muslim Ketua BMH Kebumen mengungkapkan, “kegiatan ini kami lakukan insyaAllah rutin setiap jum’at dan kami juga mengajak komunitasn-komunitas yang punya kepedulian dengan warga miskin,” tuturnya.

Aksi ini mendapatkan sambutan baik dari tukang becak, loper koran dan penerima manfaat lainya, pasalnya ada yang dari pagi belum sarapan dan belum ada penumpang yang menghampirinya.

Mereka sangat bersyukur dan berterimakasih, karena masih ada yang memperhatikan mereka walau sekedar dengan nasi sebungkus. (Ikhwan)