Diduga Pembangunan Balai Desa Fiktif, Kades Dipolisikan

0
210
Balai Desa Kedumulyo

BERITA PATI – Kepala Desa (Kades) Kedumulyo, Sukolilo diadukan warganya ke Polisi alias dipolisikan lantaran diduga telah melakukan penyimpangan proyek pembangunan fiktif Balai Desa. Indikasi penyimpangan tersebut  terjadi pada 2015 dengan memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa  (APBDes) senilai kurang lebih Rp 58 juta.

Dugaan penyimpangan tersebut semakin kuat setelah adanya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Kedumulyo yang saat itu hanya keluar Rp 17 juta. Namun selama tahun 2015 warga juga tidak melihat adanya proyek pembangunan Balai Desa.

Sementara itu pada awal Januari 2017 ini, sejumlah material bangunan (pasir, batu putih) terlihat menumpuk di depan Balai Desa, yang diduga merupakan pembangunan yang telah dianggarkan tahun 2015 lalu, dan baru akan dilakukan pada tahun ini.

Menurut seorang warga Kedumulyo, SHR (65) saat dikonfirmasi Beritaekspres.com membenarkan adanya aduan warga ke Polisi terkait adanya dugaan penyelewengan APBDes oleh Kepala Desa setempat.

Bahkan menurutnya beberapa waktu lalu akan digelar demo oleh ratusan warga Kedumulyo di Balai Desa yang menuntut Kepala Desa agar transparan dalam pengelolaan anggaran desa.

“ Selama tahun 2015 saya tak melihat adanya pembangunan Balai Desa. Selain itu Kepala Desa juga diduga bermasalah pada proyek pengadaan sertifikat Prona,” ujar SHR, Selasa (14/2/2017).

Selain dugaan pembangunan Balai Desa yang fiktif, ada dugaan bahwa Kades Kedumulyo juga bermasalah pada proyek pengadaan Sertifikat Prona.  Dalam program Nasional pembuatan sertifikat gratis tersebut, diduga Kades telah meminta anggaran kepada warga yang tarifnya bervariasi antara Rp 500 ribu-Rp 600 ribu.

Sebagai warga Desa Kedumulyo, SHR mengaku kecewa dengan kinerja Kepala Desa yang bekerja semena-mena tanpa memikirkan pembangunan desa dan kesejahteraan warganya.

“Seorang Kepala Desa harusnya memberikan teladan kepada warganya,” tandasnya.

Dirinya berharap semoga aparat yang berwenang (Polisi-red) bisa secepatnya mengungkap adanya  indikasi kecurangan yang terjadi di Desa Kedumulyo ini.

Sementara itu kasus yang membawa nama Kepala Desa Kedumulyo tersebut, kini masih dalam proses penyelidikan pihak Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pati. (Nn)

Biro Semarang