Ratusan Guru TKK Mengadu ke Walikota Bekasi

0
157

BERITA BEKASI – Sebanyak 478 guru SMA/SMK yang berstatus tenaga kerja kontrak (TKK) mendatangi kantor Walikota Bekasi, di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/2/2017) kemarin.

Maksud kedatangan mereka selain meminta kejelasan status di Kota Bekasi pasca peralihan kelola SMA dan SMA oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mereka juga meminta agar Walikota Bekasi mengambil kebijakan atas perubahan tersebut.

Menanggapi hal itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan persoalan pengelolaan SMA/SMK yang di ambil alih oleh Provinsi Jawa Barat pada Januari 2017 kemarin, sudah bukan kewenangan Pemkot Bekasi, termasuk persoalan honor.

“Kewenangan itu sekarang bukan di saya lagi, tetapi sudah menjadi kewenangan Provinsi Jawa Barat,” ungkap Rahmat.

Yang bisa dilakukan menurut Rahmat Effendi adalah, ratusan guru tesebut menentukan pilihan dengan membuat pernyataan memilih mengabdi di Kota Bekasi atau mengabdi sebagai guru di Provinsi Jawa Barat.

Ia meminta para guru Non PNS  itu membuat pernyataan dan mengirimkan Curiculum Vitae (CV), untuk menentukan pilihan.

“Saya minta hari kamis, datanya sudah ada di meja saya, tentukan pilihan kalian mau dimana, sebab semuanya ini yang menentukan pilihan itu kalian sendiri,” tegas Rahmat saat menerima di Pendopo.

Sementara itu Kordinator Guru tersebut Dadan mengatakan mereka masih menginginkan mengabdi di Sekolah SMA/ SMK di Kota Bekasi.

“Kami masih mau menjadi pegawai di Pemkot Bekasi, kami berharap perlindungan Walikota Bekasi,” ungkap Dadan. (NDI)