Dicemarkan, PDAM Tirta Patriot Bekasi Polisikan LSM

0
145

BERITA BEKASI – Kuasa hukum PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Noval Al Rasyid akan melapor balik LSM Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) ke Polda Metro Jaya (PMJ) terkait laporannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tuduhan adanya gratifikasi dalam pemilihan Direksi PDAM Tirta Patriot.

“Kita akan laporkan ke Polda Metro Jaya, karena ini sudah pencemaran nama baik,” terang Noval ketika dihubungi Beritaekspres.com, Kamis (23/2/2017).

Selain persoalan Direksi PDAM lanjut Noval, LSM ARB dalam laporannya juga mempersoalkan proses seleksi Direktur Utama (Dirut) yang tidak transparan, termasuk penempatan tiga jabatan Direktur yang dianggap melanggar ketentuan Pasal 5 Permendagri No. 2 Tahun 2007 dan kenaikan harga jual air curah.

“Laporan LSM ARB ke KPK itu merupakan langkah yang keliru. Apalagi dengan mengaitkan nama Walikota Bekasi dalam persoalan PDAM ini yang tentunya sudah dicemarkan nama baiknya,” tegas Noval

Dijelaskan Noval, seleksi Direktur sudah melalui tahapan dan prosedur yang benar dan sudah sesuai dengan ketentuan Permendagri No. 2 Tahun 2007. “Ada tim tekhnis, konsultan dan Badan Pengawas yang memberikan persetujuan setelah mendapat laporan dari panitia seleksi,” katanya.

Dilanjutkan Noval, penempatan tiga jabatan Direksi di PDAM Tirta Patriot, sama sekali tidak melanggar Permendagri No. 2 tahun 2007 seperti apa yang dituduhkan. “Memang pada Pasal 5 disebutkan apabila jumlah pelanggan dibawah 30.000 pelanggan Direktur PDAM harus satu. Namun aturan jangan dilihat dengan tekstual saja,” imbuhnya.

Sebab sambungnya, fakta produksi PDAM Tirta Patriot saat ini adalah 450 liter per detik atau setara dengan 35-40 ribu pelanggan. “Jadi sangat tidak mungkin menempatkan satu orang Direktur dengan beban kerja seberat itu,” tandas Noval.

Kepada Beritaekspres.com, Humas PDAM Tirta Patriot, Uci Indrawijaya menjelaskan, ada pemahaman yang berbeda antara LSM ARB dan PDAM Tirta Patriot terkait jumlah pelanggan, karena pelanggan yang tercatat memang dibawah 30 ribu, tapi ada pelanggan yang tercatat hanya satu pelanggan, namun rillnya sebenarnya bisa ratusan pelanggan.

Uci mencontohkan, seperti kawasan Summarecon dicatat satu nama pelanggan, tapi kebutuhan air mereka mencapai 25 liter per detik. “Banyak kawasan yang dilayani seperti itu. Artinya, kebutuhan sebenarnya setara dengan ratusan pelanggan rumah tangga biasa,” ungkapnya.

Uci menjelaskan, jumlah produksi saat ini, 450 liter per detik, itu setara dengan 35-40 ribu pelanggan. “Jadi jangan dilihat dari jumlah pelanggan yang terdaftar, tapi kita harus lihat faktanya berapa jumlah produksi,” tegas Uci.

Ditambahkan Uci, kenaikan harga air curah sudah melalui MoU dengan pihak PDAM Bhagasasi dari Rp3000 menjadi 4000/kubik. Bahkan saat ini, PDAM masih merugi sebab harga produksi saat ini sudah Rp3.500/kubik.

“Tapi kerugian tersebut bisa kita siasati dengan perubahahan harga pada pelanggan bila melampaui batas maksimum penggunaan air,” pungkasnya. (NDI)