Ancaman Ketua DPP KNPI, Walikota Bekasi “Cuma Takut Dengan Rakyat”

0
70
Dr. H. Rahmat Effendi

BERITA BEKASI – Ketidak hadiran Walikota Bekasi Rahmat Effendi dalam acara pelantikan Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bekasi, membuat Ketua Umum DPP KNPI versi Fadh El Fouz Arafiq meradang. Fadh pun mengancam akan menjeggal langkah Rahmat Effendi mendapatkan rekomendasi DPP Partai Golkar untuk kembali maju Pilkada Kota Bekasi tahun 2018 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, saat ini dirinya lebih memikirkan kepentingan warga masyarakat, bukan hal – hal yang lain. Terlebih lagi, belakangan ini, warga lagi mengalami kesusahan akibat hujan dan banjir yang terjadi dibeberapa wilayah dan ini menjadi prioritas utama yang harus dipikirkan.

“Bagi saya, saya lebih takut kepada Allah dan rakyat, bukan kepada pihak – pihak lain. Ketika mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Daerah kan kita sudah disumpah,” terang Rahmat kepada Beritaekspres.com, Senin (27/2/2017).

Rahmat menjelaskan, saat acara pelantikan pengurus DPP KNPI Kota Bekasi, dirinya datang menghadiri acara Forum RW Kota Bekasi. “Jadi saya tunaikan dulu kewajiban saya sebagai Kepala Daerah, karena sebelumnya saya sudah punya janji lebih dulu dengan Forum RW yang kebetulan acaranya berbarengan,” katanya.

Diakui Rahmat, dirinya tidak mengkhwatirkan atas ancaman yang dilontarkan Ketua Umum DPP KNPI, Fadh El Fouz Arafiq yang akan berusaha menjeggal dirinya untuk kembali maju memimpin Kota Bekasi.

“Kalau dilihat tugas saya sebagai Kepala Daerah, saya sudah mewakilkan Kepala Dinas Porbudpar dalam acara pelantikan DPP KNPI tersebut,” jelas Rahmat yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi ini.

Kalau tugas saya sebagai Ketua Partai DPD Golkar Kota Bekasi, Sekretaris Partai sudah hadir dan AMPG juga sudah hadir. Artinya lanjut Rahmat secara ke-Organisasian, dirinya sudah menyelesaikan kewajibannya.

“Jadi sebenarnya tidak perlu lagi diributkan atau dipersoalkan, tinggal dimaklumi situasi dan keadaannya,” ungkap Rahmat.

Kalau persoalan tambah Rahmat, Pilkada Kota Bekasi nanti, rakyat yang menentukan penilaian terhadap kinerjanya saat ini sebagai Walikota Bekasi.

“Kan yang menilai kinerja saya rakyat, bukan pihak lain. Jadi yang menentukan adalah rakyat. Rahmat Effendi bisa kerja ngak? Kalau dianggap ngak bisa kerja ya jangan dipilih lagi,” pungkasnya. (Indra)