Pemkot Bekasi Klaim Tolak Izin Bangun Apartemen di Jatibening

0
246
Erwin Guwinda

BERITA BEKASI – Kepala bidang perencanaan pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Erwin Guwinda mengatakan, Pemkot Bekasi belum menyetujui rencana pembangunan Apartemen yang berada di Jalan Suluki Cempaka RT05/RW02, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Itu, sepertinya ditolak oleh Badan Kordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kota Bekasi,” kata Erwin kepada Beritaekspres.com menanggapi aksi penolakan warga Kelurahan Jatibening terkait rencana pembangunan Apartemen diwilayah tersebut, Selasa (28/2/2017)

Dijelaskan Erwin, penolakan BKPRDnya itu dilatarbelakangi hasil pertimbangan dari pembahasannya, mulai dari persoalan akses jalan, dan jarak lokasi yang terlalu dekat dengan pemukiman warga sekitar.

“Dan wilayahnya daerah resapan air, Jadi terlalu berat daya dukung lahannya disitu,” ujarnya sambil menambahkan bahwa “Izin prinsipnya juga ditolak,” tegas Erwin.

Warga Jatibening Bekasi
Warga Jatibening Bekasi

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga dan jema’ah Masjid bersama para santri mendatangi lokasi rencana pembangunan Apartemen yang berlokasi di Jalan Suluki Cempaka RT05/RW02, Jatibening, Kota Bekasi, Senin (27/2/2017) siang kemarin.

Tujuan warga, menolak keras rencana proyek pembangunan Apartemen yang berdampingan dengan Masjid Al-Hadiqoh, Sekolah dan Pesantren Maslakul Irfan.  

Kedatangan warga pun, sempat mengangetkan para pekerja yang tengah mengambil data sample tanah yang akan digunakan untuk perencanaan membuat tiang pancang mendirikan Apartemen.

“Jelas kita warga disini mulai dari jema’ah Masjid dan para santri menolak rencana pembangunan Apartemen itu,” terang salah satu warga, Ahmad Syatiruddin kepada Beritaekspres.com, Senin (27/2/2017) kemarin.

Pengembang Ambil Simpel Tanah
Pengembang Ambil Simpel Tanah

Dijelaskan Ahmad, disamping berada ditengah pemukiman warga setempat, dikhwatirkan akan menyebabkan banjir dan dampak lainnya terhadap warga sekitar. “Karena ini bukan jalan protokol, hanya jalan kecil. Coba bayangkan kalo ada Apartemen disini,” katanya.

Jangan sampai lanjut Ahmad, warga disini menjadi korban seperti warga korban Apartemen lainnya, seperti rumah retak, bising, banjir dan lain-lain dampak dari pembangunan. “Makanya sebelum itu terjadi, kami disini menolak keras,” tegasnya.

Lagian tambah Ahmad, rencana pembangunan proyek ini nantinya akan menyedot air tanah yang pastinya akan berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar.

“Posisi sebelah barat dan timur dibangun Apartemen, lalu gimana dengan sinar mataharinya tentunya akan terhalang dan tidak baik bagi warga sekitar,” pungkasnya. (NDI/CR-1)