Terlibat Hutang, Janda Tua di Bekasi Diusir Paksa Dari Rumah

0
8
Erna Pasaribu Boru Simanjuntak

BERITA BEKASI – Malang betul nasib seorang janda tengah baya, Erna Pasaribu Simanjuntak (82) yang dipaksa harus meninggalkan rumahnya di Jalan Pulo Sirih Raya Blok AE/51 RT12/RW13, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi akibat tersangkut hutang – piutang, Kamis (2/3/2017) lalu.

Kepada Beritaekspres.com kuasa hukum Erna Pasaribu Simanjuntak, Syahban Siregar mengatakan, agar semua pihak yang berkaitan dengan perkara kliennya untuk menghormati hukum. “Artinya yang berhak melakukan sita terhadap suatu objek perkara adalah juru sita Pengadilan, bukan mengeksekusi sendiri,” tegasnya, Senin (6/3/2017).

Menurut keterangan korban, ada 30 orang yang tiba – tiba datang kerumah kliennya dengan mengatasnamakan Zainal Abidin yang meminta agar pemilik rumah dan beberapa orang saksi yang ada untuk keluar dari rumah. “Barang – barang seperti TV, Kulkas, Kasur, Lemari dan perabotan rumah lain milik kliennya dibawa para pelaku,” terangnya.

Selain itu lanjut Syahban, para pelaku juga langsung memasang pagar seng keliling rumah milik kliennya dan memasang plang pengumuman yang bertuliskan tanah dan bangunan ini milik Zainal Abidin berdasarkan SHM Nomor:10581/Pekayon Jaya dan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Bekasi Nomor 04/CB Del/2002 jo Nomor 15/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Pst.

“Anehnya, korban sendiri ngak pernah tahu tentang itu semua. Korban tahunya memang dia punya hutang dan menjaminkan sertifikat rumah miliknya yang tahu-tahu sekarang sudah berubah nama,” ungkapnya.

Maka dari itu kata Syahban, dirinya saat ini tengah mencari tahu adanya perubahan kepemilikan sertifikat rumah milik kliennya yang menjadi dasar main hakim sendiri, sehingga kliennya harus terusir secara paksa dan barang – barangn milinya pun ikut diambil.

“Saat ini kita tengah telusuri bagaimana ceritanya sertifikat itu bisa berbalik nama dan adanya proses Pengadilan dalam persoalan kliennya,” pungkas Syahban. (Indra)