PSMTI Jateng Launching Koperasi Karya Bagi Bangsa

0
73
Gelar Rapat Kerja PSMTI Provinsi Jateng

BERITA SEMARANG – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah melaunching Koperasi Karya Bagi Bangsa yang diselenggarakan di Hotel Gets Semarang, Sabtu (11/3). Peluncuran koperasi tersebut sekaligus digelarnya Rapat Kerja PSMTI Provinsi Jawa Tengah dan pelantikan PSMTI 20 kabupaten/kota di Jateng.

Ketua PSMTI Jawa Tengah, Dewi Susilo Budiharjo menyampaikan, koperasi tersebut  diperuntukkan bagi pengembangan ekonomi masyarakat kecil menengah khususnya UMKM.

“Koperasi ini tumbuh dari paguyuban yakni keluarga besar Tionghoa yang ingin memberikan sumbangsih bagi bangsa. Kami berharap koperasi ini bisa bermanfaat dan berguna untuk masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Dewi di Semarang, Minggu (12/3/2017).

Menurut Dewi, Koperasi Karya Bagi Bangsa sendiri bergerak dalam bidang simpan pinjam, tabungan, dan kredit modal serba usaha. “PSMTI akan membiayai segala sektor pinjaman UMKM serba usaha maupun perseorangan dengan segmentasi menengah kebawah,” ungkap Dewi.

Untuk di wilayah Jateng, pihaknya mengaku lebih membidik sektor simpan pinjam bisnis dagang. Apalagi saat ini kondisi ekonomi sedang landai, sehingga banyak UMKM sektor perdagangan butuh modal.

“Saya berharap dengan kondisi ekonomi politik sekarang ini, Koperasi Karya Bagi Bangsa bisa mengangkat usaha dagang menengah ke bawah,” katanya.

Sementara di Jateng, PSMTI telah hadir di 16 kabupaten/kota, namun untuk Koperasi Karya Bagi Bangsa justru telah berdiri di 20 kabupaten/kota. “Ya target kami bisa berdiri di 35 kabupaten di Jateng dengan target jumlah anggota 10 ribu orang,” tandasnya.

Ke depan, PSMTI juga akan mencoba fokus dibidang perumahan yang rencananya di daerah Ngaliyan Semarang. Selain itu pihaknya ingin mendirikan Universitas satu kompleks dengan perumahan, walaupun itu masih jangka panjang.

“Koperasi Karya Bagi Bangsa bagaikan hubungan sebuah keluarga, transparansi dan kejelasan informasi sangat diutamakan,” tegasnya.

Karena koperasi ini tumbuh dari jejaring sebuah keluarga, maka semua bisa memantau dan memeriksa keuangan. Dewi merasa yakin dengan adanya lembaga pemeriksa keuangan nanti, akan membuat koperasi ini lebih sehat. (Nn)

Biro Semarang