KPAI: Ayu Ting Ting Langgar UU Larang Enji Bertemu Anak

0
443
Ayu Ting-Ting

BERITA JAKARTA – Prahara rumah tangga artis dangdut Ayu Ting Ting dan mantan suaminya, Henry Baskoro Hendarso (Enji) hingga kini membuat Enji tidak dapat menemui buah hatinya dari mantan istri yang dinikahinya pada 4 Juli 2013 lalu. 

Ayu, melahirkan anaknya BKR pada 28 Desember 2013 lalu hingga saat ini Enji selaku ayah kandungnya belum bisa menemui buah hatinya, lantaran prahara antara Ayu dan Enji tidak ada titik temu hingga rumah tanggga mereka berakhir di perceraian.

Sebagai Ayah, Enji sudah melakukan berbagai upaya namun tetap dilarang Ayu. Bahkan, Istri Enji yang baru Rosmanizar alias Niza pernah diam-diam menemui Ayu dan meminta agar Enji dipertemukan anaknya dengan alasan Enji sangat rindu berat hingga mengunggah foto BKR namun hasilnya nihil.

Menanggapi hal itu, Sekjend Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati menegaskan, bahwa jika Ayu Ting Ting menghalang-halangi Enji bertemu anak berarti sudah melanggar ketentuan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

“Tidak ada alasan apapun untuk melarang seorang ayah atau ibu untuk bertemu anaknya, termasuk Pengadilan sekalipun. Orang tua boleh berpisah karena perceraian, kemudian disebut sebagai mantan suami atau mantan istri, namun tidak ada istilah mantan anak,” terang Rita kepada awak media, Kamis (16/3/2017).

Sekjend KPAI, Rita Pranawati
Sekjend KPAI, Rita Pranawati

Orang tua lanjutnya Rita, tidak dapat melarang anak untuk bertemu dengan ayah atau ibunya. Ini karena bertemu, mengetahui siapa orang tuanya, dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya merupakan hak setiap anak, sebagaimana terdapat dalam Pasal 7 ayat (1) dan Pasal 14 Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Pada Pasal 7 ayat (1) UU Perlindungan Anak berbunyi, setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. Dan pada Pasal 14 ayat (1), setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan itupun merupakan pertimbangan terakhir,” katanya.

Dijelaskan Rita, pada ayat (2) Dalam hal terjadi pemisahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Anak tetap berhak, a. bertemu langsung dan berhubungan pribadi secara tetap dengan kedua orang tuanya, b. mendapatkan pengasuhan, pemeliharaan, pendidikan dan perlindungan untuk proses tumbuh kembang dari kedua orang tuanya sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya, c. memperoleh pembiayaan hidup dari kedua Orang Tuanya, dan d. memperoleh anak lainnya.

Hal ini lanjut Rita, bahwa perceraian sekalipun tidak dapat menjadi alasan untuk menghalangi akses bertemu anak. “Apa yang dilakukan Ayu Ting Ting merupakan kesalahan dan harus segera memberi kesempatan untuk Enji bertemu anaknya,” tegas Rita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah ini .

Enji pun katanya, perlu memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagai ayah. Jika tidak dilakukan KPAI siap mendampingi Enji dan akan melangkan surat pemanggilan kepada Ayu Ting Ting. Enji dan Ayu perlu memikirkan kepentingan yang terbaik bagi BKR, bukan bagi dirinya saja.

“Saya menyarankan agar Ayu segera mempertemukan Enji dengan BKR karena itu hak anak untuk mengetahui orang tuanya. Jika tidak, kami (KPAI) siap membantu Enji dan mendampingi Enji untuk mempertemukan dengan anaknya. Dan kami pun akan melayangkan surat pemanggilan kepada kedua belah pihak demi yang terbaik untuk anak”, imbuhnya.

Ketika ditanya tentang dugaan pemalsuan identitas anak dari Ayu dan Enji, Rita mengatakan, jika nanti ditemukan penggaran UU Administrasi Kependudukan (Adminduk) atau pemalsuan identitas misal nama ayah,  maka hal itu melanggar Undang-Undang Adminduk.”

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 94 menyatakan, setiap orang yang memerintahkan dan/atau memfasilitasi dan/atau melakukan manipulasi Data Kependudukan dan/atau elemen data Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp75 juta.

Ritapun menyatakan dirinya siap memediasi pihak Enji jika ingin bertemu sang anak tercintanya. (Zandre)