4 Titik Wilayah Banjir Menjadi Pantauan Walikota Bekasi

0
60

BERITA BEKASI – Banjir dibeberapa lokasi rumah warga di Kota Bekasi menjadi keluhan di Media Sosial, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi usai menyaksikan pelantikan BKM Kelurahan Kaliabang Tengah, langsung bergegas ke beberapa titik banjir di Kota Bekasi, Sabtu (18/3/2017) kemarin.

Lokasi titik banjir pertama di Jalan Nangka Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara menjadi titik pertama pantauan banjir Walikota. Tepat di Kali Jambe, Rahmat, memanggil Kepala Dinas PUPR Kota Bekasi, Tri Adhianto untuk melihat keadaan di jembatan yang meluap ke jalan raya.

Menurut Rahmat, aliran air sungai yang meluap ke jalan raya itu dikarenakan sempitnya saluran air yang mengarah ke Kali Jambe. “Pembuatan saluran air yang justru malah menghambat jalannya air ke sungai,” teragnya Rahmat, Minggu (19/3/2017).  

Pantauan kedua, warga yang mengeluh di Media Sosial dari Kampung Rawa Bugel, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara. Rahmat bersama Kepala Dinas PUPR mendatangi wilayah. Warga mengaku, pihak Sumareccon tidak memikirkan aliran air jika terjadi hujan deras.

Rahmat pun menginstruksikan agar membuat surat pengajuan ke pihak Sumareccon yang dilayangkan dari Dinas PUPR Kota Bekasi agar segera menindaklanjuti perihal keluhan warga di wilayah tersebut. 

Titik pantau wilayah banjir berikutnya, diwilayah Cevest tepatnya di belakang Stadion Patriot Chandrabaga, Rahmat langsung turun ke saluran air dan melihat langsung aliran sisi kiri berbeda dengan aliran sisi kanan yang deras mengarah ke Sungai di Kayuringin.

Menurutnya, ada sumbatan di dalam saluran, sehingga Rahmat menegaskan kepada Dinas PUPR Kota Bekasi untuk membawa alat pengeruk sambah dan mesin penyedot untuk area tersebut dan segera ditindak lanjuti untuk kelancaran saluran air. 

Terakhir meskipun diguyur hujan Rahmat tetap melakukan pantauan di wilayah Pengasinan dan Taman Narogong dengan berjalan kaki sampai pom Bensin Jatimulya. Disinyalir penyebab banjir Perumahan Pondok Hijau, Kelurahan Pengasinan juga karena sumbatan aliran sungai.

Rahmat, juga sempat melihat sisi kiri pom bensin agar segera dilayangkan surat instruksi pembongkaran bangunan di atas tanah Negara dan sesegara mungkin di bereskan semua. 

Usai lakukan pantauan, Rahmat sempat duduk di depan warung untuk mengadakan rapat dadakan dengan Jajaran Dinas PUPR Kota Bekasi, agar menjadikan pemecahan masalah banjir diluar dari pembangunan Folder air, dan juga tetap berani untuk melayangkan surat instruksi mengenai berdirinya gedung diatas tanah Negara. (Ndoet/ADV)