541 Calon Tamtama Ikuti Seleksi Pantukhir

0
522
541 calon Tamtama ikuti Pantukhir

BERITA SEMARANG – Sebanyak 541 peserta seleksi Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang I TA 2017 Panda IV/Diponegoro ikuti tes panitia penentu akhir (panthukir) yang dipimpin Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah.

Pada kegiatan tersebut juga dihadiri para pejabat terkait di jajaran Kodam IV/Diponegoro yang digelar di Aula Makodam IV/Diponegoro, Kamis (23/3/2017).

Selanjutnya para peserta yang dinyatakan lolos, akan mengikuti tes panitia pusat di Rindam IV/Diponegoro di Magelang. Sementara itu dalam tes akhir ini langsung dilakukan oleh panitia pusat dari Mabes TNI AD, dan calon yang dinyatakan lolos akan mengikuti pendidikan Tamtama PK di Gombong yang akan dibuka mulai 21 April 2017.

Semula jumlah pendaftar calon Tamtama Prajurit Karier (Tamtama PK) yang telah dibuka Kodam IV/Diponegoro sejak 1 Februari hingga 7 Maret 2017 ada 1.994 peserta yang berasal dari sejumlah wilayah di Jateng dan DIY seperti Semarang, Jogja, Solo dan Purwokerto.

“Angka tersebut menggambarkan bahwa minat masyarakat menjadi Prajurit TNI AD masih cukup tinggi, tentunya hal ini tidak terlepas dari pencitraan TNI AD, khususnya Kodam IV/ Diponegoro yang semakin baik”, jelas Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi dalam amanat tertulis yang disampaikan Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah.

Terkait masih banyaknya calon yang mengikuti Sidang Parade ini, Pangdam menginstruksikan agar panitia bisa membuktikan bahwa TNI adalah milik masyarakat, artinya setiap calon memiliki kesempatan yang sama menjadi prajurit TNI AD tanpa dipungut biaya sekecil apapun.

Pada seleksi penerimaan tersebut Komando telah mengambil kebijakan untuk menggunakan sistem Barcode dalam setiap tahapan seleksi. Penggunaan Barcode merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh panitia dalam rangka meminimalisir kecurangan dan kesalahan yang bisa mengarah kepada KKN.

Menurut Jaswandi, langkah-langkah ini dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat Jateng dan DIY sekaligus membuktikan bahwa tidak ada KKN dalam setiap pelaksanaan seleksi penerimaan prajurit TNI.

Jaswandi juga berharap semua anggota tim seleksi benar-benar profesional, obyektif dan tidak mengabaikan prosedur yang telah ditentukan dalam memberikan penilaian, supaya mendapatkan profil calon Tamtama TNI AD yang benar-benar berkualitas dan handal. (Nn)

Biro Semarang