LIMAKARA: Copot Kepala Terminal Induk Kota Bekasi

0
139
Ilustrasi

BERITA BEKASI – Ketua Lingkar Mahasiswa Bekasi Raya (Limakara) Kota Bekasi menutut ketegasan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yayan Yuliana untuk mencopot atau mengevaluasi kembali kinerja Kepala Terminal Induk Kota Bekasi yang membebaskan izin trayek yang sudah mati namun masih beropresi.

“Hasil investigasi kita kelapangan ternyata masih ada beberapa izin trayek yang sudah mati, tapi kendaraannya masih bebas beroperasi ada apa dengan Kepala Terminal,” sindir Agung kepada Beritaekspres.com, Kamis (23/3/2017).

Menurut Agung, izin trayek pastinya juga berkaitan dengan kelayakan kendaraan yang beroperasi dalam memberikan pelayanan angkutan umum terhadap masyarakat.

“Selain keamanan untuk masyarakat juga berkontribusi sebagai pemasukan daerah dalam bentuk pajak. Kalo izin trayeknya mati, lalu kemana kontribusi pajaknya,” kata Agung.

Kalau persoalan ini lanjut Agung dibiarkan dan tidak segera ditertibkan, itu sama dengan memberikan peluang terjadinya pungutan liar (Pungli) dilingkungan Terminal Induk Kota Bekasi.

“Bisa kita menduga bahwa izin trayek yang sudah mati, tapi bebas beroperasi itu ada upetinya, kalau tidak kok bisa,” ucapnya.

Dijelaskan Agung, izin trayek kendaraan umum merupakan proses yang harus dilewati setiap kendaraan berplat kuning atau kendaraan umum yang juga merupakan proses dari kontroling Pemerintah untuk kelayakan kendaraan yang beroperasi di Kota Bekasi.

“Kalau Kepala Terminal Induk Kota Bekasi tidak mampu menyelesaikan ini lebih baik dicopot saja,” tegasnya.

Kita berharap tambah Agung, persoalan juga bisa menjadi perhatian Walikota Bekasi Rahmat Effendi selaku Kepala Daerah yang saat ini tengah genjar melakukan pengawasan dan kontrol terhadap para aparaturnya.

“Sekarang inikan lagi rame juga masalah ketegasan Pemerintah dalam melakukan penertiban terhadap jalur angkuta K-01A. Jadi kita juga berharap soal izin trayek mati bebas beroperasi ini juga ditertibkan,” pungkasnya. (CR-1)