PT. KAI: Naik Kereta Api Ibu Hamil Wajib Didampingi

0
41
Penumpang Kereta Api

BERITA TEGAL – PT. KAI menerbitkan aturan khusus bagi penumpang ibu hamil yang mulai diberlakukan pada 31 Maret mendatang. Aturan tersebut, bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi penumpang pada umumnya dan penumpang hamil khususnya.

Kepada Beritaekspres.com, Tri Haryanto Kepala Stasiun Besar (KSB) Tegal menjelaskan, aturan yang diberlakukan untuk ibu hamil beragam sesuai usia kandungan. Jika usia kehamilannya kurang dari 14 minggu atau lebih dari 28 minggu, ibu hamil wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan.

Surat tersebut sambungnya, menyatakan kandungan ibu dalam keadaan sehat dan tidak ada kelainan. Ibu hamil yang akan melakukan perjalanan jarak jauh dengan KA juga wajib didampingi minimal satu orang pendamping.

“Pelaksanaan aturannya saat ini masih secara manual, petugas menanyakan umur kehamilan kepada penumpang yang terindikasi hamil saat boarding,” jelasnya, Rabu (29/3/2017).

Apabila kedapatan calon penumpang ibu hamil yang menyimpang dari ketentuan tersebut saat melakukan proses boarding, calon penumpang diizinkan melanjutkan perjalanan dengan syarat wajib melakukan pemeriksaan di pos kesehatan stasiun keberangkatan.

Selain itu, juga membuat surat pernyataan bahwa KAI dibebaskan dari pertanggungjawaban jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan.

“Beberapa kali terjadi, penumpang melahirkan di atas kereta atau penumpang mengalami sakit, atau tidak sadar karena fisik yang lemah saat hamil muda,” tambahnya.

Sementara selanjutnya, apabila kondektur mendapati penumpang hamil yang melanggar ketentuan tersebut di atas KA, maka penumpang hamil yang bersangkutan wajib membuat surat pernyataan bahwa dia sanggup melakukan perjalanan KA jarak jauh dan segala risiko menjadi tanggung jawab penumpang.

Apabila hasil pemeriksaan petugas pos kesehatan di stasiun keberangkatan menyatakan bahwa penumpang tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan jarak jauh, tiket atau boarding pass penumpang yang bersangkutan dapat dibatalkan dan bea tiket akan dikembalikan secara tunai sebesar 100 persen di luar bea pemesanan.

Begitu juga tambahnya, dengan tiket calon penumpang yang mendampingi. “Aturan dibuat untuk melindungi keselamatan, kesehatan penumpang dan bayi yang dikandungnya,” paparnya. (Boy Rasta)

Biro Tegal