Ketua DPR-RI Terima Kunjungan Ketua Parlemen Bahrain

0
79

BERITA JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI, Setya Novanto menerima kunjungan Ketua Parlemen Bahrain (Speaker of the Council of Representatives of Bahrain), Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla, Kamis (30/3/2017).

Menurut Setya Novanto, bagi Indonesia, Bahrain merupakan negara sahabat di kawasan Teluk. Sejak dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Bahrain pada 1976, hubungan bilateral kedua negara terus berjalan baik.

“Saya mencatat, pada tahun 2000, saat kunjungan Presiden RI ke-4, Bapak Abdurrahman Wahid ke Bahrain, kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang,” terang Setnov, Kamis (30/3/2017)

Dalam kunjungan Ketua Parlemen Bahrain kali ini, DPR-RI dan Parlemen Bahrain sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk saling meningkatkan kerjasama di berbagai bidang.

Setnov melanjutkan, DPR-RI mendukung penuh berbagai upaya peningkatan kerja sama bilateral kedua negara, baik itu terkait bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

“Saya mengucapkan terimakasih atas rencana dukungan Bahrain kepada Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019 – 2020,” ucapnya.

Di bidang politik, sebagai sesama negara muslim, Indonesia dan Bahrain, melalui forum-forum internasional, termasuk forum antarparlemen, terus bekerja sama mempromosikan perdamaian di berbagai kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah.

Masalah terorisme lanjut Setnov dan gerakan kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, seperti ISIS, juga harus menjadi perhatian kita bersama. Indonesia dan Bahrain, bersama masyarakat internasional lainnya, akan terus bekerjasama mengatasi masalah tersebut.

Dijelaskan Setnov, untuk kerja sama di bidang ekonomi, nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2015 mencapai 76,156 juta US dollar. Tahun 2016 meningkat 101,411 juta US dollar. NIlai ini akan terus meningkat di tahun mendatang.

“Indonesia mendorong pengusaha Bahrain untuk berinvestasi di Indonesia. Kerja sama sosial dan budaya juga akan ditingkatkan, terutama melalui aktivitas people to people contact, agar masyarakat kedua negara bisa lebih saling mengenal satu sama lain,” jelasnya.

Terkait banyaknya tenaga kerja Indonesia di Bahrain, saya menyampaikan kepada Ketua Parlemen Bahrain untuk membantu memberikan perlindungan dan hal lain yang diperlukan.

Menyambut hal tersebut, secara khusus H.E. Mr. Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla, menyampaikan ungkapan terimakasih kepada warga Indonesia di Bahrain yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu proses pembangunan di Bahrain.

Beliau menyampaikan bahwa Parlemen Bahrain memiliki komitmen yang kuat untuk melindungi hak-hak pekerja migran, termasuk pekerja dari Indonesia. Bahrain sudah membentuk pusat pelayanan untuk membantu para pekerja tenaga asing.

Selain itu, Parlemen Bahrain juga membuka diri bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk bekerjasama dan melakukan koordinasi melindungi tenaga kerja Indonesia disana. (Zde)