Penunjukan Kades Pesanggaran di Banyuwangi Disoal

0
22

BERITA BANYUWANGI – Proses penempatan Kepala Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu menuai kritik dari BPD dan Tokoh masyarakat. Hal itu karena selama ini pihak BPD Desa Pesanggaran, sebelumnya sudah bermusyawarah bersama Camat, terkait penentuan calon Kepala Desa Pesanggaran.

Dari hasil musyawarah itu, disepakati bahwa pihak BPD boleh mengajukan calon Kepala Desa Pesanggaran hanya satu nama dari empat nama yang diajukan. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata nama yang diusulkan BPD itu tidak direstui Camat.

Menanggapi hal itu, pihak BPD juga mengambil sikap dengan memberikan surat pernyataan sikap terkait keputusan yang diambil Camat. Sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah jika Camat terlebih dahulu memberikan konfirmasi terkait nama yang diusulkan BPD dengan alasan yang jelas.

Ketua BPD Desa Pesanggaran Endro Saksono mengatakan, bahwa apa yang diambil Camat itu sebenarnya sudah baik, tetapi alangkah baiknya jika pihak BPD diberi tahu keputusan itu, sehingga apa yang diharapkan, BPD sebagai wakil masyarakat ini mengetahui kalau calon yang diajukan itu tidak bisa diterima.

“Sangat kecewa dengan sikap Camat yang seolah-olah BPD ini tidak ada gunanya, kalau memang itu sudah menjadi keputusan Camat, ya sudah kita anggota BPD juga akan mengambil sikap untuk menentukan sikap,” tegasnya kepada Beritaekspres.com, Selasa (11/4/2017).

Endro juga menambahkan bahwa selama ini dirinya juga telah mengirim surat tembusan terkait usulan salah satu nama calon Desa Pesanggaran kepada dinas terkait dimana calon Kades itu bernaung.

“Sudah memberikan surat tembusan ke dinas pendidikan Banyuwangi, karena nama PJ yang kita usulkan itu dari Dinas UPTD Pendidikan Pesanggaran,” jelasnya.

Sementara itu Camat Hardiono menanggapi, sudah mengambil sikap supaya tidak terjadi miskomunikasi terhadap BPD, sehingga apa yang sudah diambil itu merupakan atas dirinya memperhatikan aspirasi BPD jadi keputusan ini jangan sampai timbul persepsi ketidak pentingnya BPD.

“Ini sebagai bentuk menghargai aspirasi BPD, dan keputusan ini nantinya jangan menimbulkan gejolak di masyarakat, sehingga apa yang saya lakukan ini untuk Desa Pesanggaran biar tetap kondusif,” jelasnya.

Subandi (71) salah satu tokoh masyarakat mengatakan bahwa yang terjadi saat ini masyarakat sangat kecewa dengan putusan Camat yang tidak menghargai apa yang dilakukan oleh BPD.

Meskipun tambahnya, keputusan dan usul itu sepenuhnya hak dari Camat, tetapi lebih baik lagi kalau segala keputusan itu juga melibatkan BPD, karena selama ini BPD juga punya peran penting di desa, jangan hanya dianggap sebagai lembaga pelengkap saja.

“Ini nanti pasti akan menimbulkan gejolak di masyarakat, kalau Camat tidak segera duduk bersama BPD terkait permasalahan ini,” pungkasnya. (Eko)

Biro Banyuwangi