Antisipasi Kelangkaan, DPP PAN Gelar Donor Darah

0
90
DPP PAN Gelar Donor Darah

BERITA JAKARTA – Tingkat kebutuhan darah menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini diperkirakan masih tetap tinggi menyusul potensi penyakit Wabah Demam Berdarah (DBD) yang terus menyerang masyarakat dibeberapa daerah. 

Mengatasi kelangkaan pasokan darah itu, Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) dan DPP Perempuan Amanat Nasional (PUAN) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar Donor Darah di Kantor DPP PAN di Jalan Senopati No.113 Jakarta.

Acara yang digelar sejak pagi hari itu dihadiri pengurus DPP PAN antara lain, para pengurus Ortom PAN yakni, DPP PUAN, BM PAN, DPW PUAN DKI dan Pengurus Perempuan Muslimah.

Kepada Beritaekspres.com, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menjelaskan, acara donor darah DPP PAN ini bertujuan berbagi kepada sesama dan bermanfaat bagi kesehatan diri. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata antisipasi terhadap potensi Wabah Demam Berdarah (DBD) yang masih melanda sejumlah wilayah di tanah air. 

“Penyakit DBD memang bagian dari siklus musim pancaroba yang rutin terjadi setiap tahun, sehingga Pemerintah semestinya sudah mempunyai skema penanggulangannya,” terang Zulkifli. Senin (17/4/2017). 

Oleh karena itu sambungnya, Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat DPP PAN berharap instansi Pemerintah dan kesehatan wilayah harus reaktif merespon kondisi lingkungannya.

Sinergitas antara semua instansi mulai dari Puskesmas, RSUD, Lurah dan Camat harus terjalin secara sistematis. “Kita berharap kegiatan donor darah ini bermanfaat positif bagi masyarakat luas,” tandas Ketum PAN. 

Sementara, Intan Fauzi Fitriyadi Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan DPP PAN memperkirakan, permintaan darah menjelang bulan Ramadhan melonjak. Kendati demikian, PMI sendiri sudah siap mensuplay kebutuhan darah bagi masyarakat. “Saya melihat, PMI siap dan secara rutin bergerak mencari darah menjelang puasa,” katanya.

Lebih lanjut, Intan mengatakan, persediaan darah di Indonesia masih jauh di bawah tingkat kebutuhan. Ini artinya, stok darah nasional jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dijelaskannya, sesuai standar WHO, jumlah kantong darah yang harus tersedia di suatu negara yaitu 2 persen dari populasi nasional. Artinya, untuk Indonesia, dibutuhkan kantong darah sekitar 4,8 juta dalam setahun.

Namun, dari kebutuhan 4,8 juta kantong dalam satu tahun, stok darah nasional baru mencapai 4 juta kantong. “Kebutuhan kita besar sekali, kalau menurut ketentuan WHO. Bahkan, harus tersedia 2 persen dari jumlah penduduk.

“Artinya, kalau jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta orang, harus ada persediaan darah 5 juta kantong,” imbuhnya sambil menambahkan bahwa, secara nasional kebutuhan darah saat ini 4,8 juta kantong dalam satu tahun,” ucapnya.

Selain masih dibawah tingkat kebutuhan, persediaan darah yang ada di setiap Kabupaten atau Kota belum merata. Akibatnya, jika suatu daerah membutuhkan persediaan darah maka harus mengambil stok dari daerah lain. 

“Untuk itu, kesadaran masyarakat untuk menyumbangkan darah perlu terus ditingkatkan,” pungkasnya. (Gilang).