Kasat Sabhara Menggerebek Usaha Pengolahan Tuak

0
96

BERITA BANYUWANGI – I Putu Erdiana (34) diamankan Satuan Sabhara Polres Banyuwangi. Warga Dusun Amertasari, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbinsari ini diamankan atas dugaan usaha produksi miras tradisional khas Bali yang digelutinya.

Sangkaan itu dikuatkan dengan temuan 14 jerigen berkapasitas masing-masing 30 liter, plus 3 ember plastik dengan kapasitas 35 liter. Barang bukti yang kini disita aparat tersebut ditemukan di lokasi produksi yang menjadi satu dengan kediaman pelaku.

Pengungkapan industri rumahan arak Bali ini dipimpin langsung Kasat Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi sekitar pukul 16.20 WIB, Rabu (19/4/2017) kemarin. Usaha ilegal pria berdarah Bali tersebut, terendus dari laporan warga yang mengaku resah lantaran banyak pemuda mabuk tuak.

“Informasi yang kita terima miras berasal dari kediaman pelaku. Upaya lidik kita lakukan dan menemukan barang bukti miras tradisional kurang lebih 525 liter. Rinciannya, 420 liter dalam 14 jerigen dan 105 liter dimuat dalam ember plastik,” jelas Kasat Sabhara kepada Beritaekspres.com, Sabtu (22/4/2017).

Modus usahanya lanjut AKP Basori Alwi, pelaku yang merupakan salah satu pemilik usaha penderesan kelapa. Rupanya, legen yang sebetulnya menjadi bahan baku pembuatan gula merah dicampur ramuan khusus agar menjadi tuak.

“Miras ini kemudian dipasarkan pelaku ke berbagai wilayah di Banyuwangi. Wilayah Kecamatan Rogojampi dan Muncar yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Blimbingsari menjadi area pemasaran arak buatan Bli Putu,” tandasnya.

Bukan kali ini, Satsabhara Polres Banyuwangi mengungkap praktek peredaran miras tradisional di wilayah Watukebo. Beberapa orang yang terkait dengan perdagangan tuak asal Dusun Amertasari telah dijerat dengan tindak pidana ringan. Namun usaha ilegal tersebut tak juga surut.

Sekedar diketahui, wilayah Dusun Amertasari banyak dihuni warga keturunan asal Bali. Karena itu nama dusunnya identik dengan nama-nama khas yang berkembang di Pulau Dewata. Di daerah ini dikenal sebagai sentra penderesan legen. (Eko)

Biro Banyuwangi